alexametrics

Tahun Ini Jamaah Sudah Langsung Bisa Cetak Sendiri Visa Haji

Amril Amarullah, Jurnalis · Rabu, 4 Juli 2018 - 09:48 wib
(Visa haji 2018. (Foto: Amril Amarullah/Okezone))

JAKARTA – Pemerintah memastikan untuk masa ibadah haji tahun ini, jamaah sudah bisa langsung mencetak visa secara mandiri. Visa haji yang dicetak sendiri akan tetap dianggap dokumen resmi jika terverifikasi di sistem Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Arab Saudi.

Kepala Seksi Urusan Visa Subdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Ditjen PHU Kementerian Agama, Akhmad Jauhari, menyatakan proses cetak langsung ini memudahkan jamaah memperoleh visa haji.

Oleh karena itu, guna mengetahui sejauh mana proses visa haji jamaah, apakah sudah selesai atau belum, bisa memeriksa proses penerbitan visa melalui laman http://visa.mofa.gov.sa.

Di laman tersebut, jamaah tinggal memasukkan nomor paspor atau nama depan untuk mengetahui sejauh mana visa mereka telah diproses.

Setelah memasukkan nomor paspor atau nama depan, jamaah nantinya diarahkan untuk proses selanjutnya.

Jika pengajuan visa haji telah disetujui, maka jamaah bisa mengakses dokumen digital visa mereka dan mencetaknya.

"Di-print berapa pun, lebih dari 10, boleh dan itu resmi karena yang diperiksa bukan fisik, tetapi catatan data di sistem komputer," kata Jauhari di Kantor Kemenag.

Ia mengatakan, proses ini akan sangat membantu para jamaah untuk mengetahui kepastian soal visa haji mereka. Kemampuan mencetak sendiri juga bisa menghindarkan kehilangan dokumen.

Sejauh ini, menurut Jauhari, belum ada kendala berarti dalam proses pengajuan visa haji ke Kedutaan Besar Arab Saudi. Kendati demikian, ditemukan kasus perbedaan ejaan nama dalam paspor yang diajukan untuk proses visa dengan nama yang digunakan mendaftar.

Hal tersebut, kata Jauhari, bisa diselesaikan dengan menghadirkan jamaah dan mendatangkan saksi-saksi untuk memastikan identitas jamaah terkait.

Kendala selanjutnya, yang sejauh ini baru ditemukan satu kasus, yakni persoalan jenis paspor. Menurut Jauhari, kebanyakan paspor terbitan lama tidak bisa terbaca sistem pemindaian e-hajj.

Sementara petugas di Kemenag tak difasilitasi pengisian data manual. “Solusinya, ketika ada paspor yang tak bisa dibaca sistem kita konfirmasi ke operator sistem e-hajj di Jeddah untuk meng-input data manual,” jelas Jauhari.

Hingga kini tercatat sudah selesai 8.861 visa haji telah diterbitkan pihak Arab Saudi. Sementara dokumen yang sudah diterima sebanyak 163.236 dari total kuota jamaah haji Indonesia sebanyak 221 ribu jamaah.

Sedangkan dokumen yang sudah masuk tahap pengelompokan sebanyak 139.248 dari yang telah diverifikasi sebanyak 142.683 pengajuan.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini