alexametrics

5 Hal Penting Wajib Diperhatikan Jamaah agar Tak Tersesat di Tanah Suci

Amril Amarullah, Jurnalis · Selasa, 3 Juli 2018 - 16:09 wib
(Jamaah haji. (Foto: Ilustrasi))

JAKARTA - Beragam masalah kerap dialami jamaah Indonesia selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci, salah satunya yakni lupa jalan pulang atau tersesat.

Kemudian jalan sendiri tanpa mengingat rombongan hingga heran dan terkejut melihat masjid yang luas dan lebar berbeda dengan di Indonesia. Intinya kurang mengikuti aturan yang ditetapkan petugas.

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama RI, Sri Ilham Lubis mengimbau kepada jamaah Indonesia untuk tetap mengikuti aturan yang sudah ditetapkan petugas agar hal-hal seperti tersasar bisa diminimalisir.

Okezone akan memberikan tips bagaimana agar jamaah tidak mengalami hal serupa seperti yang kerap dialami jamaah dari tahun ke tahun.

1. Membawa Kartu Nama Hotel

Biasanya awal tiba, jamaah melakukan umrah perdana, di sana banyak yang tersesat, bisa 50 persen. Itu tidak hanya dialami jamaah bahkan petugas saja bisa tersesat. Karena itu jamaah harus antisipasi dengan membawa kartu nama hotel dan alamat lengkapnya. Dengan begitu, ketika tersasar bisa bertanya dan menunjukkan kartu nama hotel yang dilengkapi alamatnya.

2. Gelang Jangan Dilepas/Ditukar

Hal kedua yang juga penting yakni jangan pernah melepas gelang identitas selama berada di luar hotel, karena apa, di dalam gelang itu sudah dilengkapi chip yang isinya sudah dilengkapi identitas jamaah, ada maktab, kloter, dokumen administrasi perjalanan haji. Biasanya ada di situ semua.

Selain itu jangan pernah selama di Tanah Suci menukar gelang dengan orang lain, karena gelang tersebut sudah dilengkapi dengan teknologi sensor sehingga memudahkan pendeteksian.

3. Bekali Peta

Setiap jamaah mambawa peta juga penting. Peta ini diberikan dalam bentuk bersamaan dengan buku saku, dan itu menjadi standar. Seperti peta lokasi akomodasi, transportasi, dan juga katering. Kemudian ada peta kota Makkah dan Madinah. Jamaah harus bawa itu.

Ilustrasi.

4. Jangan Bepergian Sendirian

Disarankan setiap jamaah yang akan bepergian agar bareng-bareng dengan teman dan kenali juga, sebelum berangkat ada orientasi lapangan dulu supaya menyenali wilayah pemondokan. Dikenali dulu, sehingga tidak kesulitan mengenali lingkungan.

5. Komunikasikan ke Petugas Haji

Kebiasaan jamaah terkadang alpa untuk menginformasikan kepada petugas bila akan bepergian untuk ibadah, salat atau sekadar jalan-jalan tidak mengkomunikasikan kepada petugas. Padahal itu hal penting diketahui petugas, mau pergi ke mana, tujuannya apa dan akan melakukan kegiatan apa agar mudah terpantau. Semua itu bisa diinformasikan kepada ketua rombongannya atau Kadaker masing-masing, sehingga komunikasi bisa terus berlangsung. (qlh)

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini