alexametrics

Kemenag Minta MCH Lakukan Inovasi Pemberitaan Selama di Arab Saudi

Amril Amarullah, Jurnalis · Selasa, 3 Juli 2018 - 09:36 wib
(Kakbah Foto/Antara)

JAKARTA - Sebagai mitra pemerintah, petugas Media Center Haji (MCH) dituntut untuk bisa memberikan informasi yang sesuai fakta dan variatif, sekaligus mampu memberikan pelayanan kepada jamaah yang membutuhkan pertolongan. Hal itu tentu tidaklah mudah.

Tantangan utamanya adalah bagaimana berita yang diramu bisa memiliki sentuhan yang berbeda dengan berita terkait haji yang sudah-sudah.

“MCH bisa saja membuat berita berdasar cerita-cerita lucu atau anekdot yang berasal dari jemaah haji kita,” kata Kepala Biro Humas Data dan Informasi Kementerian Agama Mastuki, di kantor Kemenag Jakarta, Selasa (3/7/2018).

Menurut Mastuki, tantangan yang dihadapi MCH dalam pemberitaan haji adalah tempat yang sama. “Tapi karena jemaahnya berbeda tentu bisa diperoleh berita yang berbeda pula,” ujarnya.

Foto/Antara 

Di samping itu, imbuhnya lagi, MCH dapat mengungkap sisi-sisi lain penyelenggaraan haji. “Misalnya tentang koloni-koloni daerah yang berasal dari Indonesia dan sudah berada di sana sejak dulu,” ungkap Mastuki.

“Bisa juga pemberitaan terkait tenaga musiman (temus) yang bertahun-tahun ikut melayani jemaah haji,” ujarnya memberi contoh.

“Atau bisa pula bagaimana jemaah haji asal Aceh yang sampai sekarang mendapat tambahan living cost karena royalti kebijakan Sultan Iskandar Muda yang dulu mewakafkan tanah di Makkah,” sambungnya lagi.

Mastuki juga menilai tempat-tempat bersejarah layak diberitakan. “Tentu memerlukan referensi yang dapat diandalkan,” tandasnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta agar berita tentang internasionalisasi haji dapat dilakukan. “Misalnya tentang Gubernur Madinah dari masa ke masa dan kebijakannya tentang haji, sekaligus pemberitaan kebijakan Indonesia karena negara kita dianggap sebagai rujukan penyelenggaraan haji dunia,” urainya lagi.

Petugas MCH akan dibagi dalam tiga daerah kerja (daker) yakni Jeddah, Madinah dan Makkah. Untuk daker Jeddah dan Madinah masuk Asrama Haji Pondok Gede Jakarta pada 13 Juli 2018 dan berangkat ke Tanah Suci 14 Juli 2018. Sementara daker Makkah masuk asrama haji 18 Juli 2018 dan berangkat ke Tanah Suci 19 Juli 2018.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini