Mengapa Kehadiran Petugas MCH Penting bagi Jamaah Haji Indonesia?

Amril Amarullah, Jurnalis · Senin, 2 Juli 2018 - 14:50 wib
(Personel Media Center Haji 2018 (Foto: Amril/Okezone))

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) akan memberangkatkan 32 petugas haji yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) tahun 1439 H/2018 H. Jumlah tersebut terdiri dari 24 gabungan media, satu Youtuber dan sisanya dari Humas Kementerian Agama.

Seperti diketahui, MCH itu sendiri memiliki peran sentral, sangat penting bagi jamaah haji Indonesia dan juga pemerintah sebagai penyelenggara haji. Informasi-informasi haji yang ditelurkan dari petugas MCH inilah yang sangat dinantikan bagi keluarga di Tanah Air.

Lalu bagaimana ceritanya MCH bisa lahir dan dihadirkan dalam bagaian PPIH setiap musim haji. Direktur Bina Haji, Khoirizi H. Dasir menjelaskan sejarah MCH yang bermula tahun 1990 saat terjadi tragedi Mina.

“Jemaah haji kita yang menjadi korban mencapai 625 orang,” katanya di Gedung Kemenag Jalan Lapangan Banteng Jakarta, Senin (2/7/2018). Padahal waktu itu, menurut Khoirizi, belum ada MCH.

“Kemudian dibentuk MCH yang dulu bernama Pusat Informasi Haji,” terang pejabat kelahiran Lubuk Linggau Sumatera Selatan 11 November 1961 itu. “Setelah era 2000 cikal bakal PIH berkembang dengan nomenklatur baru sebagai MCH,” sambungnya lagi.

Prinsip perekrutan MCH menurutnya berdasar asas profesional, berjenjang, transparan, berkeadilan, dan akuntabel. “MCH berfungsi menghimpun informasi penting dan bernilai berita untuk disebarkan kepada masyarakat baik sebagai pelajaran atau sarana mengedukasi,” urai Khoirizi.

Ia juga menyebut jika MCH merupakan pilar keempat penyelenggaraan haji. “Selain pembinaan, pelayanan dan perlindungan kepada jemaah, sisi pemberitaan tak dapat dinafikan, makanya merupakan pilar keempat penyelenggaraan haji,” ungkapnya.

(kha)

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini