alexametrics

Mengintip Proses Pembuatan Gelang Haji di Bumi Kartini

Taufik Budi, Jurnalis · Kamis, 28 Juni 2018 - 18:21 wib
(Gelang Haji asli buatan Jepara (Foto: Taufik Budi/Okezone))

JEPARA - Siang itu, cuaca di sebuah perkampungan yakni Desa Bakalan, Kecamatan Bakalan, Kabupaten Jepara Jawa Tengah, terlihat sangat panas. Matahari yang berada tepat di atas ubun-ubun tampak gagah dengan cahayanya yang menyengat.

Meski demikian, belasan orang seolah tak merasakan teriknya matahari sembari membolak-balikkan pelat-pelat logam agar cat sablon segera mengering. Dalam waktu kurang 30 menit, ratusan pelat yang ditata berjajar itu kembali dirapikan untuk kembali disablon pada sisi belakang.

Kesibukan serupa terjadi di dalam rumah. Dua pekerja laki-laki dengan cekatan menyablon lembaran-lembaran pelat itu dengan cat warna merah. Pelat berukuran 21x23 sentimeter persegi tersebut kini kedua sisinya sudah berwarna merah dengan gambar dan beberapa ornamen seperti yang biasa terlihat di lukisan kaligrafi.

Ketika diamati lebih dekat, juga terdapat tulisan Arab dengan lafaz Alhaji alindonesiyi (Haji Indonesia). Ya, para pekerja ini tengah mengebut pembuatan gelang haji bagi seluruh jemaah yang akan dikenakan pada ibadah haji 2018 di Tanah Suci Mekkah.

"Jemaah haji tahun ini ada sebanyak 224.500 jemaah, itu sudah termasuk petugas yang tersebar di seluruh Indonesia. Semua gelang haji pembuatannya di sini," ujar Andi Subandi, sembari mengarahkan para pekerja menyelesaikan pekerjaannya.

Dia mengatakan, hampir semua proses pembuatan gelang haji banyak dilakukan secara manual atau mengandalkan keterampilan tangan. Langkah pertama pembuatannya dimulai dari pemotongan lembaran monel atau stainlesteel berukuran 13x21 sentimeter persegi.

Pelat-pelat itu kemudian dibersihkan dari cairan minyak yang masih menempel, agar cat sablon bisa melekat erat. Cat sablon berfungsi menutup atau mencegah pengikisan saat pelat dicelup ke larutan kimia.

"Jadi cat warna merah ini hanya untuk menutupi saja agar tidak terkikis. Biar benar-benar kering catnya, setelah dijemur kita panaskan lagi di oven selama 15 menit," lugasnya.

Menurutnya, butuh ketelitian dan kecermatan ketika pelat-pelat gelang haji dimasukkan ke larutan kimia. Sebuah wadah yang terbuat dari papan kayu, didesain seperti dipan tempat tidur. Bedanya, wadah berukuran besar itu diberi pengganjal pada bagian tengah agar dapat digoyang-goyangkan.

"Pelat ditata di atas wadah lalu diguyur larutan kimia. Ini harus merata, agar bagian yang tak tertutup sablon bisa terkikis. Nanti ketika sudah jadi, bisa dekok (terkikis), sementara yang tertutup sablon permukaannya akan timbul lebih tinggi," bebernya.

(amr)

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini