Ketika Petugas Haji 2018 Gelar Simulasi Kedatangan Jamaah di Tanah Suci
Amril Amarullah, Jurnalis · Minggu, 3 Juni 2018 - 10:46 wib
(Petugas haji (Foto: Okezone) )

JAKARTA - Setelah menjalani masa pendalaman materi selama 9 hari, tiba saatnya petugas haji Indonesia 2018 memperlihatkan kinerja yang sesungguhnya sesuai bidang masing-masing, mengenai kondisi di lapangan selama di tanah suci Makkah nantinya.

Para petugas haji dari Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH) Arab Saudi membagi simulasi dalam tiga daerah kerja (Daker), yakni Bandara, Makkah dan Madinah.

Simulai dilakukan dengan mereka-reka sejumlah lokasi daerah kerja (daker) di gedung-gedung yang tersebar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Minggu (3/5/2018).

 

Masing-masing gedung di bagi menjadi lokasi kerja Daker Bandara Madinah-Jeddah, Daker Madinah, Daker Makkah, dan sejumlah lokasi-lokasi pelaksanaan haji di Tanah Suci.

Sejak pagi, belasan pelakon calon jamaah haji sudah bersiap menjalankan skenario di Gedung Serba Guna 3 yang interiornya telah disulap menyerupai bandara di Arab Saudi. "Ini saya bawa dari Bekasi semua," kata Odoy, pengarah skenario dari agensi yang mendatangkan para pelakon.

Di lokasi tersebut, lakon yang dijalankan adalah saat kedatangan jamaah di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah dan Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Berbagai masalah seperti persoalan paspor hingga jamaah yang sedang sakit disimulasikan oleh para pelakon dan petugas berpengalaman. Sebagian pelakon juga diarahkan memerankan jamaah yang kebingungan.

Selepas skenario di Gedung Serba Guna 3, para pelakon nantinya bakal diarahkan ke lokasi-lokasi selanjutnya. Mereka akan melakonkan peran lain lagi guna melatih kesiapan petugas di daker lain.

"Hari ini kita menggelar gladi untuk menggambarkan secara dini apa yang kita hadapi di sana," kata Direktur Bina Haji Kemenag, Khoirizi H Dasir di lokasi gladi dan simulasi. Dengan latihan simulasi ini, ia mengharapkan para petugas bisa memahami tugas masing-masing serta memantapkan kerja sama dan kebersamaan antarsektor.

 

Ia menekankan, pembiasaan masalah melalui gladi ini guna menyiapkan para petugas memitigasi yang bakal mereka hadapi di Tanah Suci. "Tak mungkin kita menyelesaikan masalah sepenuhnya, tapi kita bisa meminimalisir masalah," kata dia.

Kepala Daerah Kerja Madinah, Muhammad Khanif, mengatakan skenario simulasi itu untuk memastikan kedatangan dan pelayanan jemaah gelombang pertama.

"Pertama mengenai kesiapan hotel, daker Madinag dan kesiapan pelayanan umum dan kesehatan, dan tak kalah pentingnya dapur katering serta sanitasi," ujar Khanif, saat simulasi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini