Aplikasi 'Haji Pintar' Mudahkan Petugas Deteksi Jamaah Tersasar di Tanah Suci
Amril Amarullah, Jurnalis · Rabu, 30 Mei 2018 - 20:55 wib
(Foto Ilustrasi Okezone)

JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama akan memodernisasi pelaksanaan ibadah haji tahun ini dengan menggunakan aplikasi 'Haji Pintar' selama jamaah berada di tanah suci.

Direktur Layanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis menyatakan bahwa “Haji Pintar” ini bakal memanjakan para jamaah haji di Tanah Suci tahun ini, kendati banyak jamaah dengan pendidikan rendah.

“Masih dikembangkan aplikasi dan fitur-fiturnya. Rencananya akan kita luncurkan sebelum keberangkatan jamaah haji,” kata Sri Ilham Lubis di Asrama Haji Pondok Gede. Aplikasi tersebut, nantinya bisa diakses melalui smartphone.

Adapun tujuan dibuatkan aplikasi terbaru 'Haji Pintar' ini untuk monitoring jamaah haji selama di tanah suci. Dengan demikian, para pengunduh aplikasi ini tidak khawatir akan tersasar, kalopun tersasar akan mudah termonitoring.

"Aplikasi nantinya akan lebih mudah dilacak oleh panitia, serta bisa diketahui siapa petugas-petugas haji yang paling dekat letaknya untuk kemudian memberikan bantuan," tuturnya.

 Haji

Ia mencontohkan, misalnya terlacak jamaah yang berputar-putar tak jelas di area tertentu, petugas bisa mendatangi dan menawarkan bantuan.

Aplikasi haji pintar yang bakal dikeluarkan Kementerian Agama melalui Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) tersebut merupakan generasi termutakhir sejak dikembangkan pada 2015.

Pada aplikasi terbaru ini ditambahkan beberapa fitur baru, seperti Alquran, jadwal shalat, informasi ziarah baik di Makkah dan Madinah, nilai tukar rupiah terkini, dan rencana perjalanan ibadah haji. "Jadi ia semacam ensiklopedia haji,” kata Sri.

Selain panduan dan informasi pelaksanaan ibadah haji, aplikasi haji pintar juga memuat informasi tahun keberangkatan jamaah haji,lokasi pemondokan di Tanah Suci, informasi konsumsi, cuaca, rute bus shalawat, kesehatan, doa-doa, hingga layanan pengaduan.

 Haji

Layanan pengaduan tersebut, kata Sri penting guna mengevaluasi kinerja rekanan penyelenggara ibadah haji di Tanah Suci seperti penyedia pemondokan dan katering.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini