Kemenag Akan Obati Kerinduan Jamaah dengan Menyajikan Masakan Nusantara Selama di Tanah Suci
Amril Amarullah, Jurnalis · Selasa, 29 Mei 2018 - 04:21 wib
(Foto: Reuters)

JAKARTA - Salah satu aspek penting elemen penyelenggaraan haji adalah konsumsi. Pasalnya, jemaah akan meninggalkan Tanah Air dalam jangka waktu lumayan lama. Tak heran kerinduan akan masakan nusantara kerap menghampiri jamaah.

Untuk tahun ini, jamaah haji Indonesia di Arab Saudi akan mendapatkan menu ikan patin. Nantinya bisa diolah menjadi pindang, pepes dan gulai.

“Ikan ini diekspor langsung dari Indonesia sebagai bagian dari pelayanan jasa katering agar jamaah tidak jenuh,” ungkap Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Ditjen Penyelenggara Haji dan Umrah Sri Ilham Lubis di sela kegiatan Pelatihan Petugas Haji Arab Saudi 1439H/2018M, Selasa (29/5/2018).

Kegiatan pelatihan ini dihelat di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, diikuti 780 petugas dan berlangsung hingga 4 Juni mendatang.

 Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Kementerian Agama, Sri Ilham Lubis (Foto: Amril/Okezone)

Sri Ilham mengatakan ekspor ikan patin itu merupakan bagian dari upaya memberi kenyamanan bagi jamaah haji dari aspek kuliner. “Selain itu, jemaah juga akan mendapatkan makanan-minuman yang memiliki cita rasa khas Indonesia,” ujarnya lagi.

Pemilihan ikan patin, menurutnya, karena termasuk jenis ikan tawar yang digemari banyak orang Indonesia karena memiliki tekstur daging yang lembut.

Menurut dia, penyajian hidangan ikan patin tidak bisa dilakukan dengan sembarangan karena jika salah cara memasaknya maka tidak akan menghasilkan olahan yang baik.

Karenanya, menurut Sri Ilham, Indonesia akan mendatangkan ahli koki ataupun ahli boga yang memiliki pengetahuan pengolahan ikan patin untuk mendampingi koki di Saudi.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini