5 Keistimewaan yang Akan Didapat Jamaah Haji Indonesia Setibanya di Tanah Suci
Amril Amarullah, Jurnalis · Senin, 28 Mei 2018 - 20:22 wib
(Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham (Foto: Amril Amarullah))

JAKARTA - Sebagai bentuk apresiasi atas ketertiban yang ditunjukkan jamaah haji Indonesia selama ini, Arab Saudi akan memberikan perlakuan istimewa setibanya di Tanah Suci. 

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham mengatakan, bahwa jamaah haji Indonesia akan diperlakukan istimewa setibanya di Arab Saudi.

“Jamaah haji Indonesia akan diperlakukan istimewa sejak di Bandara Jeddah dan Madinah,” kata Sri Ilham saat memberikan materi di hadapan 780 petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Senin (28/5/2018) di Asrama Haji Pondok Gede. Pelatihan ini akan berlangsung hingga 4 Juni mendatang.

Menurut Sri, keistimewaan itu antara lain, pertama jamaah haji Indonesia akan dibuatkan jalur khusus yang tidak tercampur dengan jamaah negara lain.

“Kedua, jamaah juga tidak perlu menenteng sendiri koper, tapi langsung diantarkan ke kamar jamaah,” sambungnya. 

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham

Keistimewaan ketiga, yakni terkait penerapan proses rekam biometrik di 13 embarkasi Tanah Air. Selama ini, perekaman dilakukan di bandara kedatangan di Arab Saudi. 

Prosesnya memakan waktu lama karena selain sidik jari, juga dilakukan perekaman biometrik retina mata, keempat yakni pemeriksaan bagasi dengan sinar-x, dan kelima pemeriksaan kesehatan terkait kepatuhan menjalani vaksin meningitis.

“Hal tersebut tentu melelahkan bagi jamaah yang baru saja turun dari penerbangan berjam-jam,” ungkapnya.

Nantinya, menurut Sri Ilham, perekaman itu akan dilakukan di embarkasi haji. "Ini baru tahun uji coba. Tahun pertama diterapkan pemberangkatan langsung dari bandara kita (di Indonesia) langsung ke hotel (di Tanah Suci)," kata Sri Ilham.

Terkait pemondokan di Makkah, jamaah haji Indonesia tersebar di 7 (tujuh) wilayah yaitu Aziziah, Mahbas Jin, Misfalah, Jarwal, Syisyah, Raudhah, dan Rei Bakhsy. “Yang terdekat Rei Bakhsy berjarak 708-1.911 meter, sementara terjauh Aziziah berjarak 2.620-4.398 meter,” rinci Sri Ilham.

“Sedang selama di Madinah, pondokan jamaah Indonesia seluruhnya berada di Markaziah atau di dalam King Faisal Road,” pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini