Pemerintah Arab Saudi Nilai Jamaah Indonesia Paling Tertib dan Rajin

Amril Amarullah, Jurnalis · Senin, 28 Mei 2018 - 17:33 wib
(Direktur Pelayanan Haji dan Umrah, Sri Ilham (foto: Ist))

JAKARTA - Pemerintah Arab Saudi dan Indonesia mempunyai visi sama untuk meningkatkan layanan kepada jamaah haji Indonesia. Sejauh ini pemerintah Arab Saudi menilai jemaah dari Indonesia dikenal paling tertib.

Hal ini terungkap saat Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Sri Ilham Lubis sampaikan materi dihadapan 780 petugas PPIH Arab Saudi, Senin (28/05/2018) di Asrama Haji Pondok Gede. Pelatihan ini sendiri akan berlangsung hingga 4 Juni mendatang.

Menurut Sri Ilham, sebagai apresiasi atas ketertiban yang ditunjukkan selama ini, mulai tahun ini jemaah haji Indonesia akan mendapat perlakuan istimewa.

“Jamaah haji Indonesia akan diperlakukan istimewa sejak di Bandara Jeddah dan Madinah,” tandas Sri Ilham di sela kegiatan. Nantinya akan dibuatkan jalur yang tidak tercampur jemaah negara lain. “Jemaah juga tidak perlu menenteng sendiri koper, tapi langsung diantarkan ke kamar jemaah,” sambungnya.

Keistimewaan itu juga terkait dengan rencana penerapan perekaman biometrik di embarkasi-embarkasi Tanah Air. Sebelumnya, perekaman di bandara kedatangan di Arab Saudi memakan waktu lama karena jemaah akan diambil sidik jari, perekaman biometrik retina mata, pemeriksaan bagasi dengan sinar-x, serta pemeriksaan kesehatan terkait kepatuhan menjalani vaksin meningitis.

“Hal tersebut tentu melelahkan bagi jamaah yang baru saja turun dari penerbangan berjam-jam,” ungkapnya.

 Haji

Nantinya, menurut Sri Ilham, perekaman itu akan dilakukan di asrama-asrama haji.

"Ini baru tahun uji coba. Tahun pertama diterapkan pemberangkatan langsung dari bandara kita (di Indonesia) langsung ke hotel (di Tanah Suci)," kata Sri Ilham.

Terkait pondokan di Mekkah, jamaah haji Indonesia tersebar di 7 (tujuh) wilayah yaitu Aziziah, Mahbas Jin, Misfalah, Jarwal, Syisyah, Raudhah, dan Rei Bakhsy. “Yang terdekat Rei Bakhsy berjarak 708-1.911 meter, sementara terjauh Aziziah berjarak 2.620-4.398 meter,” rinci Sri Ilham.

“Sedang selama di Madinah, pondokan jamaah Indonesia seluruhnya berada di Markaziah atau di dalam King Faisal Road,” pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini