Kisah Khoirizi saat Menjadi Petugas Haji Pernah Diludahi Jamaah
Amril Amarullah, Jurnalis · Senin, 28 Mei 2018 - 08:01 wib
(Direktur Bina Haji dan Umrah Kemenag, Khoirizi H Dasir. (Foto: Amril Amarullah/Okezone))

JAKARTA - Menjadi petugas haji di Tanah Suci Makkah hakekatnya adalah memberikan pelayanan dengan hati dan profesional. Sehingga apapun situasi dan kondisi di lapangan saat menghadapi persoalan-persoalan jamaah harus ikhlas karena itu bentuk komitmen dan tanggungjawab sebagai petugas.

Seperti yang pernah dialami Direktur Bina Haji dan Umroh Kemenag, Khoirizi H Dasir mengingat kembali pengalamannya menjadi petugas haji. Ketika di Tanah Suci, pria paruh baya itu menyapa seorang jamaah entah siapa namanya. Sapaan itu tak dibalas dengan kata-kata. Kesopanannya justru dibalas dengan ludah.

"Saya tidak memarahinya...tidak, bahkan saya diludahi, tapi saya tidak marah, karena bagi saya dia itu malaikat. Jadi, saya terima dengan senang hati," kata dia di hadapan tim media center haji (MCH), Minggu (27/5/2018) malam, setelah pembekalan petugas haji.

Direktur Bina Haji dan Umroh Kemenag, Khoirizi H Dasir. (Foto: Amril Amarullah/Okezone)

Khoirizi justru memeluk jamaah tadi yang mengalami keterbelakangan mental. Hatinya berkata menjadi petugas haji harus melayani, menjaga sikap dan emosi. Jangan pernah sedikit pun terbesit keinginan untuk memarahi mereka.

"Yang sabar ya Pak, Allah akan memberi kita yang terbaik," ujar dia kepada jamaah tersebut.

Masih ada pengalaman pahit lainnya melayani petugas haji. Dia pernah mengalami gangguan penglihatan. Pengobatan mata dia jalani. Satu bola matanya sembuh. Tapi lainnya tidak lagi berfungsi sampai detik ini.

Pengalaman itu sengaja dikisahkannya kepada 780 petugas haji yang akan berangkat ke Tanah Suci. Ratusan pasang mata menatap ekspresi Direktur Bina Haji tersebut, tersentuh dengan penjelasannya tentang permasalahan dan tantangan menjadi petugas haji.

(Baca Juga : Tim Kesehatan Gratiskan Puluhan Ribu Payung dan Sandal untuk Jamaah Haji Indonesia)

Khoirizi menjelaskan, mereka semua harus siap dengan berbagai situasi lapangan yang tak terprediksi. Nanti pasti ada jamaah lelah terduduk seorang diri di pelataran masjid suci. "Apakah jamaah itu ditinggalkan sementara kalian berzikir dan beribadah? Jangan. Itu zalim. Kalian mendapatkan amanah sebagai petugas haji. Laksanakan dengan baik," imbuh dia.

Amanah petugas haji bukan sekadar melaksanakan rukun Islam kelima. Lebih jauh dari itu, mereka harus memastikan kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan ibadah haji. Tugas mereka adalah membina, melayani, dan melindungi jamaah haji. Kalau mau fokus beribadah sendiri, tambah dia, jangan jadi petugas.

(erh)

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini