Ini Penjelasan Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri soal Pelimpahan Porsi Jamaah Wafat

Amril Amarullah, Jurnalis · Senin, 28 Mei 2018 - 04:46 wib
(Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Ahda Barori)

JAKARTA - Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama meluruskan isu yang belakangan ramai diperbincangkan terkait pelimpahan porsi jamaah haji yang wafat.

Seperti apa mekanisme proses pelimpahan begitu ada calon jemaah yang wafat dapat diganti keluarganya. Benarkah sesederhana itu?

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Ditjen Penyelenggara Haji dan Umrah Ahda Barori menjelaskan hal tersebut saat memberikan bekal Pelatihan Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Kegiatan ini merupakan pelatihan hari kedua, diikuti 780 calon petugas PPIH di Gedung Serba Guna 1 Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Minggu (27/5/2018).

Menurut Ahda, yang dapat diganti oleh keluarga adalah jemaah yang sudah ditetapkan berhak melunasi atau sudah melunasi, namun meninggal dunia sebelum berangkat. “Yang dapat menggantikan adalah suami/istri, anak kandung atau menantu,” terang Ahda.

Jemaah yang dapat digantikan, imbuh Ahda lebih lanjut, adalah yang sudah ditetapkan berhak melunasi atau sudah melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun berjalan dan meninggal setelah masa pelunasan. “Nanti verifikasi akan dilakukan di tingkat kantor wilayah dan Direktorat Pelayanan Haji Dalam Negeri Ditjen PHU,” sambungnya.

Nantinya pengganti akan diberangkatkan pada musim haji tahun berjalan sepanjang masih memungkinkan mengumpulkan dokumen dan persyaratan lainnya. “Tapi jika posisi kloter sudah di embarkasi, pengganti akan di diberangkatkan tahun depan,” imbuh Ahda. Jika penggantinya juga wafat selama menunggu pemberangkatan? “Tidak dapat diganti dua kali dan akan dikembalikan uang pendaftaran haji,” tutup Ahda.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini