Kemenag Bentuk Tim P3JH untuk Pertolongan Pertama Jemaah

Amril Amarullah, Jurnalis · Senin, 28 Mei 2018 - 16:11 wib
(Direktur Bina Haji dan Umrah Ditjen PHU Khoirizi H Datsir memimpin apel (Amril/Okezone))

JAKARTA - Ada yang berbeda dalam komposisi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1439H/2018M. Kementerian Agama tahun ini menyertakan tim Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (P3JH).

Direktur Bina Haji Khoirizi H Dasir mengatakan bahwa tahun ini ada tim P3JH dalam PPIH Arab Saudi. “Mereka adalah para petugas pelayanan umum, namun memiliki kemampuan medis,” terang Khoiriz saat memberikan materi pada Pelatihan PPIH Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin, (27/5/2018).

“Tim ini terdiri dari 20 an petugas yang berasal dari rumah sakit haji, universitas islam negeri yang memiliki prodi kedokteran, serta rumah sakit TNI/POLRI yang ditetapkan langsung oleh Kementerian Agama berdasarka persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan,” sambungnya.

 

Menurut Khoirizi, Tim P3JH disiapkan untuk mengisi titik kosong yang selama ini kurang terlayani secara maksimal karena keterbatasan para petugas pelayanan umum dan atau pelayana kesehatan, khususnya pada masa puncak haji, Arafah-Mina-Muzdalifah (Armina). Tim P3JH akan dioptimalkan pada hari pertama lontar jumrah. Saat itu, jemaah haji Indonesia melakukan perjalan tidak kurang 2 km dari pemondokan di Mina ke Jamarat untuk melempar Jumrah Aqabah sehingga tidak sedikit dari mereka yang kelelahan.

“Perpaduan tim gerak cepat (TGC) Kemenkes, P3JH, dan petugas perlindungan jemaah (Linjam) dalam satu kekuatan diharapkan dapat menjawab tantangan. Dengan begitu, kehadiran negara melalui petugas yang siap melayani jemaah akan lebih dirasakan,” terangnya.

“Mereka ditugaskan mengantar jemaah yang dilanda kelelahan saat akan kembali dari Jamarat ke pemondokan di Mina,” tandasnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini