Menjadi Petugas Haji, Dari Jalankan Tugas Profesional hingga Bersihkan Kotoran Jamaah
Amril Amarullah, Jurnalis · Senin, 28 Mei 2018 - 11:09 wib
(Petugas haji Indonesia 2018 (Amril/Okezone))

JAKARTA - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menceritakan pengalamannya dihadapan 780 petugas haji Indonesia di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Lukman tiba-tiba teringat akan pengalamannya pada 1990-an. Kala itu dia mendapat amanah menjadi petugas haji.

Putra Kiai Saifudin Zuhri itu tak pernah menyangka akan mengemban amanah tersebut. "Rasanya bangga, karena dari sekian banyak Muslim di negeri ini (saya) bisa dipercaya mengemban tugas tersebut," cerita dia saat membuka pelatihan petugas haji Arab Saudi 2018 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Sabtu (26/5/2018).

Berdasarkan pengalaman tersebut, mantan ketua MPR itu mengimbau para petugas haji untuk bersyukur. Banyak orang yang menginginkan tugas tersebut, tapi yang terpilih hanya ratusan orang. Ini adalah kebanggaan, kata dia disambut riuh tepuk tangan.

Melayani jamaah haji harus dengan cinta. Meski mereka bukan saudara kandung atau orang tua sendiri, tetap harus dilayani dengan kasih sayang. Dengan cinta, pelayanan akan berjalan dengan baik.

Penyelenggaraan haji akan berjalan dengan memuaskan. Citra bangsa ini akan semakin baik di mata dunia.

 

Kementerian Agama (Kemenag) menyeleksi masyarakat yang mendaftarkan diri menjadi petugas haji. Ada seleksi administrasi dan dokumen. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan program kerja. Setelah itu ada tes pengetahuan.

Tahun ini tes juga dilaksanakan berbasis komputer atau computer assisted tes (CAT). Ujian semacam ini juga dilaksanakan untuk seleksi petugas kloter di tingkat daerah. Sistem seperti ini pertama kali dilaksanakan.

"Transparansi adalah tujuan yang diharapkan dari tes tersebut. Tidak ada korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam proses ini. Apa ada dari kalian yang memberikan uang kepada panitia? Tidak," kata Sekretaris Jenderal Kemenag, Nur Syam saat memberikan pembekalan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Menjadi petugas haji harus dibarengi dengan niat yang ikhlas. Konsistensi niat tersebut harus terjaga, sehingga tugas melayani para jamaah terlaksana dengan baik. Prioritas utama adalah melayani jamaah haji.

 

Tugas yang dihadapi harus betul-betul dipelajari. Ada perpindahan orang dalam jumlah besar, yakni 221 ribu orang dari negeri ini ke Tanah Suci. Jumlah itu jauh berbeda dengan jamaah haji Malaysia yang hanya 24 ribu orang.

Belum lagi persoalan kultur dan iklim yang berbeda. Cuaca di Indonesia tak begitu panas. Sedangkan di sana cukup panas. Kondisi ini kalau tidak dipersiapkan dengan baik akan berdampak pada kesehatan.

(sal)

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini