Pemerintah Pastikan Layanan Haji 2018 Sangat Baik

Fahreza Rizky, Jurnalis · Selasa, 24 April 2018 - 11:03 wib
(Rakor pelaksanaan ibadah haji 2018.)

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Menteri di Makkah, Arab Saudi, membahas pelayanan ibadah haji 2018. Rakor tersebut diselenggarakan pada Senin 23 April.

Menurut Puan, indeks kepuasan pelayanan haji terus meningkat selama tiga tahun belakangan. Meski meningkat, pemerintah akan terus mengevaluasi pelaksanaannya agar tidak terjadi penurunan.

"Kita harus memastikan layanan haji terus membaik sehingga calon haji khusuk beribadah. Pelayanan yang bagus membuktikan bahwa negara hadir melayani rakyat seperti yang selalu disampaikan Presiden Jokowi," ujar Puan melalui siaran persnya, Selasa (24/4/2018).

Sementara Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, pada masa haji tahun ini, Indonesia mendapat kuota sebesar 221.000 orang yang terdiri atas 204.000 jamaah reguler dan 17.000 jamaah khusus. Dengan jamaah sebesar itu, pemerintah telah menyiapkan pondokan, transportasi, katering, layanan kesehatan, beserta fasilitas lainnya yang semakin baik.

"Kami menjamin bahwa pemondokan untuk calhaj Indonesia minimal setara dengan hotel bintang tiga dan transportasi bagi jamaah yang berada agak jauh dari Masjidil Haram akan disediakan bus keluaran tahun 2016," ungkap Lukman.

Menteri dari PPP ini menambahkan, untuk urusan katering, pihak Kementerian Agama telah berkonsultasi dengan ahli gizi guna memastikan kecukupan gizi dan menjaga variasi makanan sehingga jamaah yang datang dari berbagai daerah di Indonesia dapat menikmatinya.

Senada dengan Menteri Agama, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek melaporkan telah menyiapkan 1.521 tenaga kesehatan haji Indonesia (TKHI) untuk melayani 507 kloter. Dengan demikian, setiap kloter akan dilayani 1 dokter dan 2 perawat.

"Untuk memastikan pengawasan terhadap kesehatan calhaj Indonesia, Kartu Kesehatan Haji telah terintegrasi dengan Siskohatkes. Bagi calhaj dengan risiko kesehatan tinggi diberi gelang warna oranye," tutur Nila.

Atas seluruh persiapan yang dikoordinasikan oleh Menko PMK itu, Komisi Pengawasan Haji Indonesia mengapresiasi segala upaya yang disiapkan dan berharap langkah seperti ini terus dilakukan. Tak kurang, Menteri Dalam Negeri Kerajaan Arab Saudi juga memberikan apresiasi kepada jamaah haji Indonesia karena sangat tertib dan taat.

Hal ini juga menjadi nilai tawar Indonesia. Dubes RI untuk Arab Saudi turut menyatakan agar pelayanan haji menjadi tanggung jawab bersama demi nama Indonesia.

Mengakhiri rakor, Menko PMK meminta agar sinergi dan kerja sama segenap pihak dalam menyiapkan penyelenggaraan ibadah haji 2018 lebih baik sehingga masyarakat merasakan kerja bersama pemerintah.

"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, dan Kedutaan Besar Indonesia untuk Arab Saudi serta segenap pihak yang terlibat dalam penyiapan penyelenggaraan ibadah haji. Terus bergotong royong dan semangat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," pungkas Puan.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini