Di Balik Hotel Jamaah, Panitia Haji Harus Berpisah 100 Hari dengan Keluarga
Rani Hardjanti, Jurnalis · Selasa, 26 September 2017 - 07:48 wib
((Foto: Rani Hardjanti/Okezone))

MAKKAH – Operasional haji di Daker Makkah akan berakhir hari ini, Selasa (26/9/2017). Hal itu akan ditandai dengan pemberangkatan 11 kloter dengan 4.352 jamaah. Sebanyak 441 jamaah yang tergabung dalam kloter 35 Embarkasi Makassar (UPG 35) akan menjadi rombongan terakhir yang dijadwalkan berangkat dari Makkah pukul 18.57 waktu Arab Saudi (WAS)

Sejak itu, semua jamaah haji Indonesia sudah meninggalkan Makkah. Hotel-hotel tempat mereka tinggal yang sebelumnya penuh dan ramai, kembali ke asal, kosong dan sepi. Persis kondisi tujuh bulan lalu, saat tim akomodasi berjuang untuk menyiapkan hotel bagi jamaah haji.

Senin, 20 Februari 2017, 12 petugas yang tergabung dalam tim akomodasi bertolak dari Indonesia menuju Arab Saudi. Mereka adalah Nasrullah Jasam (Ketua Tim), Abduh Dhiyaurrahman (Sekretaris), Amin Handoyo (Waki Ketua Bidang Negosiasi), Fitsa Baharuddin (Wakil Ketua Bidang Penyiapan), Ihsan Faisal (Koordinator Tamtir), M. Lutfi Makki (Koordinator Kasyfiyah dan Ukur Jarak), Zulkarnain Nasution (Koordinator Verifikasi Berkas), Alam Agoga Hasibuan, Muhammad Muslih, dan M Syarif (Anggota Bidang Negosiasi), Mustika Putra (Administrator Penyiapan), serta Rahmah Kurniati (Administrator Negosiasi).

Di hadapan mereka, merentang panjang masa tugas 100 hari, hingga 25 Mei 2017 untuk berburu hotel yang akan ditempati jamaah haji. Lebih tiga bulan, mereka harus terpisah dari anak dan istri, untuk memulai tugas melayani jamaah haji.

Selama 100 hari berpisah dari keluarga tentu bukan waktu sebentar dan tidak ringan untuk dilalui. Namun, 100 hari untuk mencari hotel bagi 204 ribu jamaah haji Indonesia juga bukan waktu yang lama mengingat tingkat kesulitan yang tinggi seiring keterbatasan hotel di tengah kompetisi di Arab Saudi.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming