Puncak Musim Haji Berlalu, Bus Shalawat Terakhir Mengaspal per 26 September
Rani Hardjanti, Jurnalis · Minggu, 24 September 2017 - 22:52 wib
(Bus Salawat (foto: Rani/okezone))

MAKKAH - Salah satu layanan yang diberikan kepada jamaah haji selama di Makkah adalah bus shalawat. Moda transportasi ini menjadi sarana pengantar jamaah dari hotel untuk menjalankan ibadah di Masjidil Haram (pergi pulang).

Kepala Bidang Transportasi Subhan Cholid menjelaskan bahwa selama penyelenggaraan haji 1438H/2017, bus shalawat beroperasi 24 jam selama 44 hari. Sebanyak 22 hari masa operasi sebelum puncak haji (Arafah-Muzdalifah-Mina/Armina), dan 22 hari masa operasi pasca Armina.

“Bus Shalawat pertama kali beroperasai pada 6 Agustus 2017 dan akan berakhir pada 26 September mendatang,” terang Subhan di Makkah, Minggu (24/9/2016).

Sejak awal sampai saat ini, lanjut Subhan, total sudah ada 176.226 jamaah yang mendapatkan layanan bus Shalawat menuju dan dari Masjidil Haram. Ada 46 halte yang disiapkan untuk keberangkatan jamaah dari hotel menuju Masjidil Haram. Dari masing-masing halte, bus shalawat mengantar jamaah menuju tiga terminal, yaitu: Jiad, Syib Amir, dan Bab Ali.

“Armada bus shalawat yang beroperasi disesuaikan dengan jumlah jamaah haji yang sudah tiba di Makkah,” ujar Subhan.

Pada masa puncak, total beroperasi 352 armada bus shalawat untuk melayani jamaah haji Indonesia yang telah memadati Makkah. Layanan armada bus shalawat itu disiapkan oleh dua perusahaan, yaitu Saptco dan Rawahil. (wal)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming