Alhamdulillah.. Setelah Dicek, Koper Jamaah Haji Indonesia Steril dari Air Zamzam
Rani Hardjanti, Jurnalis · Minggu, 24 September 2017 - 18:26 wib
(Pemeriksaan air zam-zam. (Rani H/Okezone))

MAKKAH - Saat awal kepulangan jamaah pada gelombang pertama, air zam-zam menjadi problematika tersendiri. Pasalnya, mayoritas koper jamaah terpaksa dibongkar lantaran kedapatan membawa air zam-zam. Hal itu tidak sesuai dengan aturan terbang internasional.

Kepala Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) daerah kerja Madinah Amin Handoyo menjelaskan, pada pelaksanaan pemulangan gelombang kedua tidak lagi ditemukan air Zamzam dalam koper jamaah.

Menurutnya, pemahaman dan kepatuhan jamaah akan barang bawaan tahun ini jauh lebih bagus, baik dari berat maupun jenis barang yang terlarang. Hal ini kata Amin tidak lepas dari upaya sosialisasi yang dilakukan para petugas secara gencar, termasuk dari rekan media. Sehingga, para jamaah mengetahui dan mematuhi aturan yang ada.

Pemeriksaan barang bawaan dalam proses pemulangan jamaah dilakukan dalam beberapa tahap.

Pertama, koper jamaah ditimbang di hotel untuk mengetahui berat beban. Jika lebih dari 32 kilogram, maka harus dikurangi. Koper yang beratnya sudah sesuai akan dibawa menggunakan truk ke tempat pemeriksaan.

Kedua, pemeriksaan isi koper melalui x ray. Jika ditemukan barang yang diduga terlarang dalam penerbangan, maka koper akan dibongkar dan barang tersebut dikeluarkan.

Koper yang sudah diperiksa, siap diterbangkan bersama para pemiliknya ke Tanah Air.

“Barang-barang yang masuk ke bagasi akan datang bersamaan dengan jamaahnya (pemilik),” tutur Amin.

Fase kepulangan jamaah haji Indonesia gelombang kedua telah memasuki hari keempat. Sampai dengan 24 September 2017 pukul 07.00 waktu setempat, 55 Kloter dengan total 22.113 jamaah beserta petugas, telah diberangkatkan dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah. (sym)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming