Negara Kuota Haji Terbanyak di Dunia, Indonesia vs Pakistan Apa Bedanya?
Rani Hardjanti, Jurnalis · Sabtu, 23 September 2017 - 14:36 wib
(Foto: Rani/Okezone)

MAKKAH - Porsi jamaah haji terbanyak di Arab Saudi diduduki oleh Indonesia (221.000). Selanjutnya, posisi kedua diduduki oleh Pakistan (179.200), kemudian India (170.000) dan Bangladesh (108.000).

Merujuk pada data tersebut, Indonesia dan Pakistan adalah dua negara dengan kuota haji terbanyak. Apa bedanya fasilitas kedua negara tersebut?

Baca juga: Setelah Malaysia, Giliran Pakistan dan Bangladesh Belajar Pengelolaan Haji Indonesia

1. Haji Reguler dan Khusus

Indonesia memiliki total jamaah haji reguler 204.000. Sementara 17 ribu ribu adalah jamaah khusus. Sementara Pakistan masing-masing porsinya sekira 100 ribuan jamaah reguler dan sekira 78 ribu adalah jamaah khusus.

2. Akomodasi

Hotel jamaah haji Pakistan dan Bangladesh di Makkah jaraknya hingga mencapai 7 km dari Masjidil Haram. Sementara jamaah Indonesia 4,5 km. Namun, jamaah Indonesia difasilitasi dengan bus salawat (feeder bus hotel menuju Masjidil Haram dan sebaliknya) yang dapat dinikmati secara gratis. Sedang di Madinah, sekitar 10 ribu jamaah haji regular mereka tinggal di hotel yang terletak di luar markaziyah.

3. Jumlah Hotel

Meski kuotanya lebih sedikit dibanding Indonesia, hotel yang disewa Pakistan di Makkah lebih banyak, mencapai 195 hotel. Padahal, Indonesia hanya menyewa 155 hotel. Artinya, kapasitas hotel yang disewa jauh lebih kecil.

4. Masa Tinggal

Jamaah Pakistan dan Bangladesh di Arab Saudi berkisar antara 43-45 hari. Sementara Indonesia sekira 40 hari.

5.  Mabit di Mina

Jamaah Pakistan menginap di lokasi Mina Jadid atau daerah perluasan yang lokasinya sangat jauh dengan pelemparan batu Jamarat. Sementara jamaah Indonesia di lokasi Mina.

Data tersebut didapat setelah Misi Haji Pakistan dan Bangladesh belajar tentang pengelolaan jamaah haji Indonesia di kantor Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) daerah kerja (Daker) Makkah. Sebelumnya Tim Tabung Haji Malaysia juga hadir untuk mengetahui pengelolaan haji Indonesia.

Menurut Kepala Daerah Kerja Makkah Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) Nasrullah Jasam, sebagaimana Malaysia, lanjut Nasrullah, kunjungan kedua misi haji ini untuk mengetahui lebih detail tentang manajemen haji Indonesia sebagai pengirim jamaah haji terbesar.

(ran)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming