Belajar dari Indonesia, Malaysia 17 Kali Belajar soal Pengelolaan Haji ke PPIH
Rani Hardjanti, Jurnalis · Jum'at, 22 September 2017 - 16:14 wib
(Ilustrasi (Dok.Okezone))

MAKKAH - Tim Tabung Haji Malaysia kembali bersilaturahim dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Pertemuan ini bukan yang pertama, Malaysia sudah 17 kali belajar dari Indonesia soal pelaksanaan haji.

Tim Tabung Haji Malaysia dipimpin langsung oleh Ketua Rombongan (setara Amirul Haj) Datuk Syed Saleh Syed Abdur Rahman. Ikut dalam rombongan, para pengarah operasional (setara Kadaker dan Kepala Bidang Layanan).

Tim Tabung Haji Malaysia ini diterima oleh Direktur Layanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, Staf Teknis 3 Kantor Urusan Haji Ahmad Jauhari, Kadaker Makkah Nasrullah Jasam serta para Kasi Layanan di Daker Makkah.

Menurut Nasrullah, pada awal pertemuan, Syed Saleh menyampaikan maksud kedatangannya untuk berbagi pengalaman pelayanan jamaah haji yang dilakukan oleh PPIH Arab Saudi. Syed Saleh mengatakan kalau profil jamaah Malaysia mirip dengan jamaah Indonesia, baik dari sisi usia, pendidikan, maupun profesi. Kuota haji Malaysia tahun ini berjumlah 30.200 dengan masa tinggal di Arab Saudi selama 45 – 55 hari.

“Mereka ingin tahu pengelolaan jamaah haji Indonesia, mulai dari persiapan di Indonesia, manasik, sampai dengan operasional di Arab Saudi,” terang Nasrullah di Makkah, Jumat (22/9/2017).

Sesuai tujuan yang disampaikan Tim Tabung Malaysia, lanjut Nasrullah, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis memaparkan data jamaah dan manajemen operasional haji Indonesia. Tahun ini kuota haji Indonesia kembai normal menjadi 211.000. Indonesia juga mendapat tambahan 10.000 sehingga total kuotanya menjadi 221.000.

Dari sisi pengelolaan jamaah, Sri Ilham menjelaskan juga soal pembentuk kloter serta struktur petugas. Satu kloter jemaah haji Indonesia terdiri dari 360 – 455 jamaah. Setiap kloter didampingi lima petugas, yaitu satu Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), satu Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD), dan tiga Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI).

Menurut Nasrullah, jemaah haji Malaysia terbagi sekitar 100-an kloter, dengan anggota berkisar 250 orang. Mereka tidak menempatkan petugas pendamping pada masing-masing kloternya.

“Di pesawat tidak ada petugas yang mendampingi. Baru setibanya di bandara, langsung dilayani petugas tabung haji,” tutur Nasrullah.

“Petugas pembimbing ibadah mereka ditempatkan per Maktab. Satu maktab sekitar 2.700 jamaah dengan 2 - 4 pembimbing,” lanjutnya.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming