Wawancara Khusus, Dubes RI di Arab Saudi: Masuk ke Dalam Kakbah Bikin Saya Terkesima
Rani Hardjanti, Jurnalis · Minggu, 17 September 2017 - 06:10 wib
(Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel (Foto: Rani/Okezone))

MAKKAH - Kakbah merupakan bangunan paling sakral bagi umat Muslim di dunia. Tidak sembarangan orang bisa masuk ke dalam Kakbah. Hanya orang-orangan tertentu yang diundang kerajaan Arab Saudi untuk bisa masuk ke dalam Kakbah.

Kakbah terletak di dalam Masjidil Haram. Kakbah dibangun oleh Nabi Adam dan kemudian diteruskan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad SAW.

Kakbah berbentuk kubus dengan lapisan khusus berwana hitam bernama Kiswah. Bangunan yang menjadi kiblat bagi umat muslim dunia ini memiliki ketinggian sekira 15 meter. Pintu Kakbah berada di sisi sebelah timur yang tingginya sekira 2 meter dari permukaan tanah. Pada bagian bawah Kakbah, terdapat fondasi setinggi sekira 50 sentimeter.

Kakbah memiliki 12 bagian penting, yakni Hajar Aswad, Pintu Kakbah, Pancuran Emas, Pembatas (Shadrawan), Hijr Ismail, Multazam, Maqom Ibrahim, Rukun Hajar Aswad, Rukun Yamani, Rukun Syami, Rukun Iraqi, Selimut Kakbah dan (Kiswah). Bagian ini bisa dengan mudah dilihat oleh para jamaah.

Itu pada bagian luar. Namun pada bagian dalam Kakbah, jamaah tidak bisa melihatnya karena ditutupi oleh Pintu Kakbah yang terkunci rapat.

Adalah Duta Besar (Dubes) Luar Biasa Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi merangkap Organisasi Kerjasama Islam Agus Maftuh Abegebriel yang pernah masuk ke dalam Kakbah.

Agus bisa menyaksikan isi Kakbah setelah mendapatkan undangan dari kerajaan Arab Saudi. Agus termasuk orang yang beruntung. Pasalnya, tidak semua dubes diundang oleh Kerajaan Arab Saudi. Dari Ratusan Dubes yang bertugas di Arab Saudi, hanya 18 yang terpilih mendapat undangan masuk ke dalam Kakbah.

Bagaimana dan seperti apa kesaksian Dubes Agus saat berada di dalam Kakbah? Berikut ini kutipan wawancara khusus dengan Okezone.

Pada musim puncak haji tahun ini, kiswah atau kain khusus Kakbah telah berganti dengan yang baru. Kapan tepatnya hal itu terjadi Pak?

Pada saat 9 Dzulhijjah, ketika jamaah semua berada di Arafah untuk wukuf. Saat itulah kiswah Kakbah diganti. Posisi jamaah haji tidak lagi di Makkah, semua terkonsentrasi di Arafah. Sehingga ketika jamaah kembali ke Makkah, Kakbah sudah dilapisi dengan Kiswah yang baru dan dalam kondisi yang sudah rapi lagi.

Bagaimana proses pergantian Kiswah?

Mengganti Kiswah adalah proses yang dilakukan di luar Kakbah. Jadi ada alat semacam lift khusus yang akan naik (mengangkat Kiswah baru) kemudian turun (membawa Kiswah lama).

Saya lihat Kakbah tidak pernah terbuka tanpa Kiswah. Itu tidak pernah terjadi.

Ketika Kiswah lama akan diturunkan, yang baru sudah langsung diturunkan, 'brek' langsung begitu.

Jadi prosesnya sangat cepat karena dilakukan oleh orang-orang yang sudah terlatih. Proses pengantiannya kita tidak bisa lihat karena sangat cepat.

Apakah pergantian kiswah termasuk pembersihan dalam Kakbah?

Tidak. Pergantian Kiswah (biasanya dilakukan pada 9 Dzulhijjah) berbeda dengan pembersihan di dalam Kakbah (biasanya dilakukan pada 15 Muharram).

Kalau pembersihan Kakbah dilakukan di dalam Kakbah. Saya pernah masuk ke dalam Kakbah pada 1437 Hijriyah atau tahun 2016, di bulan Muharram tanggal 15. Untuk tahun depan juga sudah ada undangan untuk Dubes Indonesia.

Bagaimana proses pembersihan Kakbah dari awal hingga akhir?

Jadi awalnya kami berjalan dari Istana Raja menuju Masjidil Haram. Selama di perjalanan dikawal penuh dengan tiga lapis militer pada saat itu.

Setelah sampai di area Kakbah, kemudian satu per satu undangan kerajaan diberi kesempatan untuk mencium Kakbah. Kemudian baru naik ke tangga khusus menuju pintu Kakbah.

Setiap dubes diberikan waktu beberapa menit, tidak lama-lama. Pada waktu itu yang diundang hanya 18 Dubes dari seratus sekian dubes di Arab Saudi. Alhamdulillah, tahun ini juga sudah dapat undangan lagi. Saya pikir undangan itu giliran. Jadi ternyata masih layak masuk lagi. (Sambil tertawa)

Apa saja yang dilakukan pada saat pembersihan Kakbah?

Saya termasuk yang dipilih untuk bisa masuk, mencuci bagian dalam Kakbah atau Khoiril Kakbah.

Jadi kita diberikan handuk yang telah diberi minyak wangi untuk diusap-usapkan ke dalam dinding Kakbah.

Bagaimana susana di dalam Kakbah?

Di dalam Kakbah terdapat tiga tiang dan pada bagian sudut ruangan sepertinya terdapat sekat. Mungkin ada tangga untuk naik, tetapi tidak terlihat jelas.

Kemudian juga ada keramik bertuliskan kaligrafi. Pada bagian atas dalam Kakbah terdapat semacam guci kuno yang digantung. Itu guci sejak kapan saya juga tidak tahu persis karena tidak memiliki data arkeologinya.

Apa yang Bapak rasakan ketika masuk ke dalam Kakbah?

Ketika masuk ke dalam Kakbah saya agak bingung, rasanya seperti blank dan berfikir 'Kok saya bisa masuk?'.

Saya terkesima dan ini sesuatu yang tidak pernah ada dalam cita-cita saya. Apalagi menjadi Dubes, begitu rasanya.

Bagaimana situasi di dalam Kakbah?

Di dalam sangat terang karena terdapat lampu. Saya punya filmnya ketika saya masuk ke dalam Kakbah. Tapi tidak bisa dipublikasikan, karena itu sangat spiritual sekali.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming