Menikmati Hembusan Angin Dingin di Thaif, 'Puncak' Ala Arab Saudi
Rani Hardjanti, Jurnalis · Jum'at, 15 September 2017 - 07:31 wib
(Suasana di Thaif (Foto: Rani Hardjanti/Okezone))

THAIF - Arab Saudi terkenal dengan sebutan negeri Negei 1.000 Gurun Pasir. Di Negeri ini cuacanya juga dikenal panas.

Namun, jangan salah. Arab Saudi memiliki daerah yang mirip dengan wilayah Puncak, Bogor, Jawa Barat, bernama Kota Thaif.

Berdasarkan pantauan Okezone Kamis (14/9/2017), perjalanan menuju Thaif, mirip seperti menuju Puncak. Jalan bekelok menyuguhkan pemandangan bukit nan indah.

Sepanjang jalan Thaif, terdapat sisi lain dari Tanah Suci, Makkah maupun Madinah. Dengan mudah pengujung bisa melihat taman hiburan lengkap dengan wahana kincir angin dan aneka permainan hiburan layaknya di taman rekreasi.

Selain itu, di sana terdapat sejumlah hotel lengkap dengan kolam berenang aneka perosotan. Mulai dari perosotan yang biasa saja hingga ekstreem di sisi jurang.

Bedanya, jika di sisi kanan kiri Puncak terdapat kebun teh. Sementara Thaif tetap menyuguhkan khas Arab Saudi, yakni gunung berbatu. Tetapi keduanya sama-sama memiliki udara yang dingin.

Thaif bisa ditempuh dari Makkah selama hampir 1 jam. Thaif merupakan dataran tinggi dengan ketinggian 1.700 meter di lereng Pegunungan Sarawat.

Karena cuaca yang sejuk, Penduduk di sini juga memiliki sejumlah perkebunan sayur dan buah-buahan, sawi dan buah delima bahkan anggur.

Jika di Puncak banyak kuda, di Thaif, jamaah bisa bertemu dengan hewan unta. Dengan mudah, pengujung bisa menemukan penduduk setempat menjajakan jalan-jalan naik unta. Namun pengunjung harus mewaspadai agar tidak terlalu mendekat guna mengantisipasi penyakit MERS.

Cuaca dingin tak lengkap rasanya jika tidak mencicipi hidangan yang hangat. Pengunjung bisa mencari tempat kaki lima dan menepi di tukang jagung bakar serta menikmati secangkir teh dengan daun niknak atau semacam daun mint. Teh daun niknak menjadi ciri khas kota Thaif.

"Teh ini dibuat harus dengan air yang sangat mendidih sehingga tehnya benar-benar nikmat," ujar Miqdat salah satu penjual teh.

Tampak teko berwarna emas berisi air teh yang tengah direbus menggunakan kayu bakar. Satu gelas teh berdaun Niknat ini dibanderol Rp2 real atau sekira Rp7.000 (Rp3.500 per real).

Meski angin bertiup dingin, namun pengujung harus ekstra hati-hati saat menyeruput teh daun niknak. Jika tidak lidah akan terasa panas. (ulu)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming