Kabar Gembira! Gua Hira, Gua Tsur dan Rute Hijrah Rasulullah Bakal Direstorasi

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 05 September 2017 15:21 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 05 599 1769695 kabar-gembira-gua-hira-gua-tsur-dan-rute-hijrah-rasulullah-bakal-direstorasi-poWx41EuHx.JPG Gua Hira (Foto: Instagram)

TIDAK bisa dipungkiri, Arab Saudi menjadi salah satu negara yang cukup banyak diziarahi wisatawan muslim setiap tahunnya. Ibadah umrah dan haji menjadi salah satu tujuan kedatangan umat Islam dari berbagai penjuru dunia ke Arab Saudi.

Namun, sedikit informasi, pemerintah Arab Saudi sama sekali tidak pernah menganjurkan para jamaah haji, umrah atau bahkan pelancong untuk mendatangi situs-situs bersejarah di sana. Bahkan, situs-situs bersejarah seperti Gua Hira dan Gua Tsur dibiarkan begitu saja, tanpa pengelolaan yang baik. Tak heran aksi vandalisme serta sampah berserakan di mana-mana. Akses menuju lokasi juga terbilang sulit serta tak terawat.

Di beberapa situs bersejarah, otoritas setempat bahkan memasang papan imbauan berukuran jumbo dalam enam bahasa berisi imbauan kepada pengunjung untuk tidak menziarahi situs-situs tersebut karena Nabi Muhammad SAW tidak pernah menganjurkannya. Dikhawatirkan, menziarahi situs-situs tersebut dapat memunculkan perbuatan syirik.

Peraturan tersebut akhirnya luluh setelah reformasi pemerintahan Putra Mahkota Mohammed bin Salman setahun yang lalu. Dalam program pariwisata yang diusungnya, pemerintan akan memperluas cangkupan wilayah wisata di Arab Saudi. Termasuk empat situs bersejarah di Makkah.

Upaya itu dilakukan karena ziarah dianggap sebagai tulang punggung pariwisata Arab Saudi selain ibadah Umrah dan Haji. Keputusan itu juga diambil untuk mendiversifikasi ekonomi di Arab Saudi, selain mengandalkan minyak buminya.

(Baca Juga: Gua Hira yang Tak Sunyi Lagi)

Perlu Anda ketahui, jumlah pengunjung asing ke Arab Saudi sekira 20 juta jiwa. Di mana, 2,4 juta jiwa adalah jamaah Haji. Kemudian, 7,5 juta jiwa jamaah umrah di 2016.

Pemerintah bahkan menargetkan, pada 2020 nanti, jumlah jamaah haji bisa mencapai angka 5 juta dan umrah 15 juta. Tak tanggung-tanggung, di 2030 target dinaikan lagi, khususnya jamaah Umrah menjadi 30 juta jiwa. Makanya, upaya perbaikan sepertinya wajib dilakukan.

Dilansir dari Al Arabiya, upaya restorasi pariwisata di Arab Saudi meliputi perbaikan empat lokasi bersejarah di Makkah, antara lain di Jabal Nur yang di dalamnya terdapat Gua Hira, Jabal Thawr yang di dalamnya terdapat Gua Tsur, Hudaibiyah dan jalur hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah.

Restorasi yang dilakukan bertujuan agar peziarah tertarik untuk menghabiskan uangnya di museum, resor mewah, dan tempat-tempat bersejarah. Dengan adanya perbaikan tersebut, peziarah diharapkan makin banyak yang datang ke Arab Saudi.

"Semua hotel dan bangunan di sekitar masjid ini akan membawa lebih banyak keuntungan, khususnya dibidang ekonomi, Insya Allah," kata Awad al-Arshani, Komisi Pariwisata Arab Saudi, memberi isyarat kepada pelanggannya di dalam katalognya. 

(Baca Juga: Gua Hira, Perjuangan untuk Meraih Kebenaran)

(Baca Juga: Gua Hira, Perjuangan untuk Meraih Kebenaran)

Kemudian, terkait dengan beberapa restorasi lokasi sejarah di Makkah meliputi penambahan kawasan hotel, restoran, dan mal mewah di Jabal Omar yang diperkirakan total proyeknya senilai USD3.2 miliar atau sekira Rp427 triliun.

Setelah itu, adanya perbaikan di kompleks menara jam emas Abraj al-Beit senilai USD15 Miliar atau Rp 200 triliun. Yang mana, sebetulnya kompleks ini sudah selesai pada 2011 dengan tujuh menara hotel dan mal, yang sudah menjulang tinggi.

Sedang dalam pembangunan, 40 menara baru dari pengembangan Jabal Omar. Proyek ini dimulai pada 2008 dan kompleks Abraj Kudai senilai USD3,5 miliar atau Rp 467 triliun yang akan menjadi hotel terbesar di dunia dan dilengkapi dengan empat helipad di atapnya.

Sebuah bandara baru di Jeddah dan sistem kereta api Haramain berkecepatan tinggi juga akan melengkapi lokasi tersebut. Keduanya akan dibuka tahun depan. Tujuan proyek tersebut agar pengunjung antarkota di sepanjang Pantai Laut Merah dapat dilayani dengan nyaman dan berkelas.

Meskipun ada krisis dana pada proyek tahun lalu, pihak berwenang telah mengumumkan proyek-proyek mewah baru lainnya di luar kota-kota suci. Salah satunya, proyek Faisaliah, yang sedang dikebut pengerjaannya dari tepi Makkah ke Laut Merah. Ini bertujuan untuk menarik 10 juta pengunjung ke tempat berlibur tepi pantai dan pusat penelitian Islam pada 2050.

(Baca Juga: Menyusuri Tempat yang Pernah Disinggahi Nabi Muhammad SAW)

Lebih jauh ke utara, Proyek Laut Merah berharap dapat menarik wisatawan mewah ke resor pulau dan reruntuhan pra-Islam di zona bebas visa yang tertutup. Raja Abdullah Economic City, salah satu pemberhentian di jalur kereta api, juga merencanakan resort dan taman hiburan.

Beberapa komentar pun mencuat. Salah satunya dari Nassel al-Zein. Seorang pemilik dealer mobil di Turki-Jerman dari Frankfruit menjelaskan, perubahan itu mengarah ke hal positif. "Kami mencintai negara ini, karena Arab Saudi adalah tempat lahirnya Islam, tanah wahyu dan Nabi, damai besertanya," katanya saat melakukan haji.

Dia melanjutkan, menghabiskan uang di Arab Saudi lebih berfaedah. "Saya ingin menghabiskan uang di sini. Lebih baik begitu daripada harus membuangnya di negeri Barat. Ini negara Islam," tambahnya.

Kemudian, pendapat lain muncul. Salah satunya dari sisi biaya hidup yang mahal. "Masalahnya adalah visa. Jika mereka ingin memperpanjangnya, mungkin saya bisa tinggal lebih lama sehingga bisa mengunjungi tempat-tempat selain Makkah dan Madinah," kata Zawaoui Daraji, seorang pedagang dari Aljazair.

Kekhawatiran seperti itu tidak menghalangi pejabat Arab Saudi. Jauh sebelum pengumuman reformasi tahun lalu, mereka mulai menginvestasikan puluhan miliar dolar di mega-hotel, angkutan umum, dan perluasan Masjid Agung di Mekah.

Semoga, perbaikan ini benar-benar mengarah ke hal baik. Tidak serta merta mengincar uang untuk menaikan pendapatan negara saja. Kemudian, fasilitas publik pun benar-benar dirasakan membaik setelahnya.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini