Santunan Korban Crane Rp3,5 Miliar, Menag: Alhamdulillah Akan Segera Cair

Rani Hardjanti, Jurnalis · Selasa 29 Agustus 2017 21:04 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 29 398 1765732 santunan-korban-crane-rp3-5-miliar-menag-alhamdulillah-akan-segera-cair-VIkYGOv2yO.jpg Santuan Korban Korban Crane Akan Segera Cair (Foto: Rani/Okezone)

MAKKAH - Dalam waktu dekat, keluarga korban crane jatuh akan mendapat santunan dari pemerintah Arab Saudi. Mereka yang dapat adalah jamaah yang wafat, luka dalam kategori berat dan ringan.

“Sebagaimana disampaikan Pak Dubes kemarin, Alhamdulillah (pencairan) dalam waktu yang tidak lama lagi,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin usai menghadiri ‘Silaturahmi NU Sedunia’ di Hotel Arkan Bakkah, Makkah, Selasa (29/8/2017).

Sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi telah mengirimkan nota diplomatik kepada Keduataan Besar Republik Indonesia dengan sifat segera terkait santunan kerajaan bagi keluarga korban crane. Raja Salman sempat mengucapkan janji pemberian santunan, tak lama setelah kecelakaan terjadi.

“Pihak Saudi akan segera mencairkan,” jelas Lukman.

Berdasarkan surat diplomatik yang ditujukan kepada Dubes RI, korban meninggal atau cacat mendapatkan 1 juta real atau setara Rp3,5 miliar, sedangkan korban terluka mendapatkan 500 ribu Riyal atau Rp1,7 miliar.

Kecelakaan crane di Masjidil Haram terjadi tepatnya pada Jumat, 11 September 2015 dekat pintu Babu Salam.

Sedikitnya 107 orang tewas dan lebih dari 200 orang terluka. Jamaah Indonesia yang turut menjadi korban jiwa sebanyak 10 orang dan 1 cacat permanen. Sementara juga terdapat jamaah yang alami luka berat dan luka ringan.

Pencairan tidak dapat segera dilakukan karena Saudi harus melakukan verifikasi ketat. Menurut Dubes Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh, ada upaya beberapa pihak memasukkan mayat lain dalam daftar korban crane. Verifikasi ulang dilakukan melalui proses forensik dan tes DNA.

Ditanya soal waktu pencarian, Agus mengungkap berdasarkan status nota diplomatik, dia berharap bantuan tersebut dapat segera cair. "Walau bagaimana pun ini kabar baik bagi ahli waris yang sudah menunggu kepastian sejak 2015," ujar Agus Maftuh.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini