Jelang Puncak Ibadah Haji, Jamaah Diimbau Antisipasi Diare dengan Jaga Asupan Makanan
Reni Lestari, Jurnalis · Kamis, 24 Agustus 2017 - 16:07 wib
(Ilustrasi (Foto: Rani/Okezone))

JAKARTA - Tahun ini Pemerintah Indonesia memberangkatkan 221 ribu jamaah haji ke Arab Saudi, terbesar dalam sejarah. Karenanya, banyak hal yang perlu disiapkan dan diantisipasi.

Pengamat haji Subarkah mengatakan, salah satu yang perlu diwaspdai para jamaah haji adalah ancaman penyakit diare. Diare yang umum menjangkiti jamaah haji disebabkan asupan makanan yang tidak higienis dan kedaluwarsa.

"Yang saya khawatirkan adalah diare, terutama di Mina. Karena pengalaman saya sudah pernah melihat, ada sekitar 1.200 orang  terkena diare," kata Subarkah dalam diskusi Redbons di Kantor Redaksi Okezone, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (24/8/2017).

Baca juga: Menkes Nila: Masyarakat yang Antre Haji Siapkan Fisik, Jangan Sampai Jatuh Sakit!

Jamaah haji diminta untuk selalu memastikan makanan dalam keadaan layak konsumsi. "Kalau ketemu makanan, ceklah apa sudah basi, terutama makanan matang. Kalau sudah lebih dari enam jam jangan dimakan," ujar dia.

Selain itu, puncak ibadah haji tahun 207 diperkirakan akan lebih berat dilalui oleh para jamaah karena cuaca panas ekstrem Arab Saudi. Berdasarkan laporan wartawan Okezone, Rani Hardjanti di Makkah, suhu udara saat ini berkisar 40 hingga 43 derajat celcius. Suhu ini diperkirakan akan meningkat hingga 50 derajat celcius di puncak musim haji nanti.

Para jamaah diminta untuk memperbanyak minum air mineral dan memanfaatkan waktu luang untuk persiapan fisik. "Yang pasti harus banyak minum, menyiapkan fisik dengan baik dan yang sepuh-sepuh itu jangan keluar tenda. Mudah-mudahan sekarang AC yang baru bisa berfungsi dengan baik, tidak seperti tahun lalu banyak yang pingsan dan meninggal," ujar Subarkah.  

(ran)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming