nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hadapi Cuaca Ekstrem di Tanah Suci, Ini yang Harus Dilakukan Calon Jamaah Haji

Bramantyo, Jurnalis · Rabu 23 Agustus 2017 17:57 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 23 600 1761645 hadapi-cuaca-ektrem-di-tanah-suci-ini-yang-harus-dilakukan-calon-jamaah-haji-gQqXCfhlij.jpg Sindo Weekly menggelar diskusi dan beri edukasi kepada calon jamaah di Asrama Haji Donohudan (Foto: Bramantyo/Okezone)

BOYOLALI – Tim kesehatan meminta agar calon jamaah haji memerhatikan kesiapan fisik selama pelaksanaan ibadah haji. Pasalnya, selama menjalankan ibadah haji banyak aktivitas fisik yang dilakukan dan tentunya sangat menguras energi.

Salah satu narasumber dalam edukasi dialog haji yang digelar SINDO Weekly di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah yang berasal dari Deltomed Laboratories, Abrijanto menyampaikan, perbedaan cuaca di Indonesia dan di Tanah Suci sangat berbeda jauh.

Tantangan terberat jamaah haji Indonesia adalah cuaca panas. Bahkan informasi terkini suhu di Arab Saudi mencapai 51 derajat celcius. Padahal suhu rata-rata di Indonesia hanya berkisar 25-34 derajat celsius.

"Perbedaan suhu ini pasti menguras cairan tubuh kita. Sehingga jamaah haji harus banyak minum air putih agar tidak kekurangan cairan tubuh,"kata Abrijanto, di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (23/8/2017).

Selain itu, untuk menghindari penyakit batuk dan juga penyakit saluran pernapasan (ISPA) yang sangat rentan menular pada jamaah lain jika kondisinya sedang tidak fit harus diantisipasi dengan penggunaan masker penutup wajah dan hidung.

Baca juga: Peduli Keselamatan dan Kesehatan Calon Jamaah Haji, Sindo Weekly Gelar Edukasi di Asrama Haji Donohudan

Saat pelaksanaan haji, semua umat muslim dari berbagai dunia berkumpul menjadi satu. Saling bersentuhan dan berdesakan. Udara yang sangat panas dan banyaknya debu menjadi pemicu batuk dan sakit di saluran pernafasan

Banyak juga jamaah haji yang menderita batuk. Dan saat batuk itulah virus menyebar di udara dan dihirup oleh jamaah lainnya. Dan itu bisa berbahaya karena penularannya relatif cepat melalui udara. Karena itu, diperlukan stamina yang sehat bagi jamaah haji.

Dijelaskan juga bagi jamaah haji agar selalu menggunakan masker di mana pun berada. Penggunaan masker itu hanya sekali pakai, dan penyelenggara haji sudah memberikan satu paket masker yang berisi 40 buah masker bagi tiap jamaah haji.

"Maskernya sekali pakai ya, jangan di bolak balik. Yang warna hijau di bagian depan," tutur Abrijanto pada calon jamaah haji. 

(ran)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini