nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kiat Nyaman Pulang Subuh dari Masjidil Haram, Jangan Langsung Naik Bus Salawat!

Rani Hardjanti, Jurnalis · Minggu 20 Agustus 2017 07:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 20 600 1759214 kiat-nyaman-pulang-subuh-dari-masjidil-haram-jangan-langsung-naik-bus-salawat-2D7clpvBPT.jpg Jamaah haji sepulang subuh dari Masjidil Haram (Rani/Okezone)

MAKKAH - Puncak haji akan berlangsung 10 hari lagi. Jamaah dari berbagai negara sudah tumpah ruah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi.

Sampai Sabtu (19/8/2017) malam, tercatat sudah ada 352 kloter dengan 140.895 jamaah haji Indonesia yang sudah berada di Makkah. Kepadatan juga semakin tampak di terminal-terminal bus, baik Syib Amir, Bab Ali, maupun Jiyad, utamanya setelah salat jamaah Isya dan Subuh.

Kondisi ini memaksa petugas transportasi untuk bekerja keras mengatur alur pergerakan jamaah yang umumnya ingin segera pulang ke hotel dengan Bus Salawat.

Bus Salawat adalah feeder bus yang disedikan oleh Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) khusus bagi jamaah Indonesia. Bus ini beroperasi 24 jam tanpa dipungut biaya. Rutenya adalah hotel menuju Masjidil Haram dan sebaliknya. Biasanya, saat bubaran solat terjadi penumpukan jamaah.

Agar jamaah tidak terlalu lama menunggu, Kepala Bidang Transportasi Subhan Cholid mengimbau jamaah untuk bertahan di Masjidil Haram usai salat berjamaah dan tidak langsung pulang.

“Kalau jamaah lebih sabar keluar masjid dan tidak buru-buru, kepadatan di terminal bisa sedikit dikurangi. Misalnya, sebagian ada yang 30 menit setelah salat, ada yang 1 jam ada yang 1,5 jam. Itu akan dapat mengurangi kepadatan cukup signifikan,” ujarnya di Makkah, Minggu (19/8/2017).

Jamaah yang hendak melaksanakan umrah wajib, hendaknya juga menghindari waktu salat sampai bubaran selesai.

Pantauan di Terminal Syib Amir, kepadatan setelah salat Isya terjadi mulai pukul 20.50 waktu Arab Saudi (WAS). Sementara setelah subuh kepadatan akan terasa 05.30 WAS.

Kepadatan terjadi karena ribuan jamaah haji Indonesia pada hampir bersamaan membubarkan diri usai salat berjamaah. “Tadi bubaran Isya mulai padat jam 20.50. Alhamdulillah, sudah bisa diurai sampai pukul 22.10,” tutur Subhan.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini