nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sampai di Kota Makkah, Nenek Juairiyah Malah Tak Mau Turun dari Bus

Rani Hardjanti, Jurnalis · Minggu 20 Agustus 2017 05:28 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 20 393 1759191 sampai-di-kota-makkah-nenek-juairiyah-malah-tak-mau-turun-dari-bus-EYlpgNMNif.jpg Jamaah haji Juairiyah saat tiba di Makkah (Rani/Okezone)

MAKKAH - Nenek Juairiyah Binti Nyak Lian Kasah terlihat takut dan tidak berani untuk beranjak dari kursi bus yang membawanya dari Bandara Internasional King Abdul Azis, Jeddah, Arab Saudi, menuju hotel tempatnya bermalam di Kota Makkah.

Dia merupakan satu dari 4.473 jamaah asal Aceh yang baru tiba di Makkah, Jumat 18 Agustus 2017 malam sekira pukul 21.30 WAS atau 01.30 WIB.

Berbagai upaya dilakukan agar nenek mau turun dari bus, namun gagal. Awalnya, Nenek Aisyah dirayu oleh teman satu kloter, kemudian ketua rombongan. Tetapi belum membuahan hasil.

Para petugas pun silih berganti mencoba merayu Nenek Aisyah. "Ayo Nek, bus ini mau dibawa ke bengkel," rayu salah satu petugas Media Center Haji (MCH) Desi Fitriani, menggunakan bahasa Aceh.

Nenek Aisyah tidak bisa berbahasa Indonesia secara jelas. Dialeg yang terlontar adalah khas Negeri Serambi Makkah. "Tidak mau. Saya tidak mau," jawab si Nenek.

Ketua rombongan hingga Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH), yakni Ketua Sektor 11 Afrijal Abdul pun ikut turun tangan membujuk Nenek berusia lebih dari 65 tahun itu. Tapi hasilnya tetap nihil.

Malam semakin larut, hampir 1 jam si Nenek belum juga mau turun. Sementara seluruh jamaah haji sudah tidak ada lagi di dalam bus. Seluruh barang sudah diturunkan. Yang tertinggal hanya si Nenek, yang dikelilingi petugas.

Bus parkir di depan hotel sudah terlalu lama berheti. Sementara aturan Pemerintah Arab Saudi, bus tidak bisa berlama-lama menurunkan penumpang karena mengantisipasi menimbulkan kemacetan.

Akhirnya, petugas haji memutuskan untuk menggendong Nenek secara halus. Sebelum menggendong, petugas itu melakukan pendekatan "Nenek, kita harus turun. Maaf ya Nenek," ujar petugas itu sambil mencium tangan Nenek.

Petugas berbadan kekar itu dengan sigap merangkul dan menggotongnya. Nenek Aisyah pun pasrah. Sementara di pintu bus, petugas medis sudah siap sedia menjemput dengan kursi roda.

Begitu turun, air muka para petugas yang tadinya cemas berubah menjadi gembira. Nenek langsung didorong menuju lobi hotel kemudian dilakukan pemeriksaan oleh Tim Kesehatan.

Nenek tersebut mengenakan gelang merah, yang artinya adalah jamaah dengan penyakit risiko tinggi. Apalagi Nenek Juairiyah sudah melalui perjalan panjang sekira 9 jam melalui penerbangan, proses bandara sekira 4-5 jam, dan 1 jam dari Jeddah. Totalnya sekira 15 jam.

Menurut jadwal, jamaah yang baru tiba di Kota Makkah istirahat sejenak. Mereka telah menggunakan ihram dari embarkasi Banda Aceh. Bus yang disopiri warga negara Arab Saudi itu ikut lega. Lampu dimatikan, dia bergegas mengendarai bus dan berlalu.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini