nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bolehkan Ibu Hamil Berangkat Haji?

Agregasi Antara, Jurnalis · Rabu 16 Agustus 2017 18:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 16 600 1757292 bolehkan-ibu-hamil-berangkat-haji-DN42lcic2K.jpg (Ilustrasi. Foto: Foxnews)

SURABAYA – Kondisi hamil sejatinya bukanlah penghalang bagi umat Islam menunaikan ibadah haji, namun ada aturan yang mengizinkan atau tidaknya seorang calon haji berangkat ke tanah suci.

Wakil Ketua Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya dr Zainul, menjelaskan, ada dua kriteria seseorang yang sedang hamil tidak diizinkan berangkat, pertama usia kandungan di bawah 14 minggu dan di atas 26 minggu, kemudian belum melakukan vaksin meningitis.

"Tapi kalau usia kandungannya antara 14 sampai 26 minggu dan sudah divaksin meningitis maka tetap diizinkan berangkat menunaikan ibadah haji," terangnya, Rabu (16/8/2017).

Alasan utama bagi seseorang yang hamil dilarang terbang, kata dia, karena sangat berisiko berada di ketinggian 30 ribu meter di atas permukaan laut yang kadar oksigennya rendah, getaran di pesawat, ditambah waktu perjalanan cukup lama, yaitu 8-9 jam.

"Risikonya pendarahan dan rawan kontraksi akibat guncangan, hingga berakibat keguguran. Bahkan jika usia kandungan di atas 26 minggu bisa mengakibatkan kelahiran prematur," katanya.

Sehubungan dengan pertimbangan di atas, PPIH embarkasi Surabaya memutuskan enam orang calon jamaah haji ditunda keberangkatannya ke Tanah suci karena sedang hamil setelah dilakukan tes kesehatan sehingga dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing.

"Sampai sekarang ada enam calon haji yang tertunda keberangkatannya karena hamil," ujar Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Achmad Faridul Ilmi.

Enam calon haji yang gagal berangkat tahun ini masing-masing seorang asal Kabupaten Malang (kloter 18 dan 43), Kabupaten Jember (kloter 26 dan 27), Kabupaten Situbondo (kloter 32) dan Kabupaten Pasuruan (kloter 43).

Dari keenam calon haji tersebut, lima orang di antaranya diketahui hamil saat sudah berada di Asrama Haji Embarkasi Surabaya dan seorang lainnya ketika berada di daerah. "Kepada mereka diberikan kesempatan tahun depan, namun bagi yang belum siap maka tahun berikutnya. Yang pasti mereka terdaftar tahun 2018," ucapnya.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini