nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Catat! Ini Perbedaan Jamaah Haji Reguler dan Khusus

Rani Hardjanti, Jurnalis · Selasa 15 Agustus 2017 19:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 15 453 1756600 catat-ini-perbedaan-jamaah-haji-reguler-dan-khusus-gKujDbos3u.jpg Jamaah haji di Indonesia. (Rani H/Okezone)

MAKKAH - Penerapan jamaah haji di Indonesia bisa dilakukan melalui dua jalur, yakni jalur reguler dan khusus atau dahulu dikenal dengan sebutan ONH Plus. Keduanya memiliki perbedaan pelayanan, namun tidak mengurangi kemabruran. 

Menurut Pengawas Pelaksana Ibadah Haji Khusus (PIHK) Cecep Nursyami memaparkan perbedaan keduanya. Dari sisi daftar tunggu keberangkatan, ONH Plus sama saja seperti jamaah reguler. Alasannya, jamaah haji khusus tetap menggunakan kuota nasional.

"Hanya saja perbedaannya terletak di fasilitas pelayanan," ujar Cecep, Selasa (15/8/2017). 

Sementara, Kepala Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) daerah kerja Makkah, Nasrullah Jasam, ,engatakan bahwa setidaknya ada 5 perbedaan spesifikasi pelayanan jamaah.

"Jika syarat itu tidak dipenuhi oleh biro agen travel haji umrah, maka termasuk pelanggaran," ujarnya. 

Pada prinsipnya, pelayanan jamaah reguler dilakukan oleh pemerintah, melalui Kementerian Agama. Sementara pelayanan jamaah haji khusus dilakukan oleh swasta namun tetap mengikuti peraturan yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia. 

Berikut ini rincian 5 perbedaan layanan reguler dan khusus

1. Harga 

Harga jamaah khusus jelas akan lebih tinggi. Berdasarkan pantauan, setidaknya jamaah harus merogoh dana bervariasi, sekira Rp130 juta. Sementara jamaah reguler harus menyiapkan dana sekira Rp35 juta.

2. Jarak Hotel 

Area Hotel jamaah khusus dekat dengan Masjidil Haram sehingga bisa diakses dengan jalan kaki. Sementara hotel jamaah reguler ditentukan berdasarkan konvigurasi yang dilakukan oleh PPIH berdasarkan qur'ah yang dilakukan oleh Pemerintah Arab Saudi. Seluruh hotel jamaah Indonesia akan difasilitasi feeder bus bernama Bus Salawat yang beroperasi 24 jam dengan gratis.  

3. Jumlah Okupansi Kamar 

Jamaah reguler tidak boleh lebih dari 5 orang, namun kenyataannya para operator hotel menempatkan jamaah tidak lebih dari 4 orang. Jamaah tidak punya kewenangan untuk mengusulkan nama-nama dalam satu kamar. 

Sementara jamaah khusus maksimal 4 orang. Tetapi bisa memilih nama yang masuk dalam satu kamar. 

"Secara umum beberapa fasilitas layanan jamaah reguler dan khusus ada yang sama, bahkan hotel ada yang lebih baik. Hanya jarak hotel jamaah khusus lebih dekat dengan Masjidil Haram," ujarnya. (sym)

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini