Share

Kemunculan sang Surya Iringi Tapak Tilas Jamaah Haji di Baqi Al Gharqad

Rani Hardjanti, Jurnalis · Rabu 09 Agustus 2017 17:14 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 09 599 1752767 kemunculan-sang-surya-iringi-tapak-tilas-jamaah-haji-di-baqi-al-gharqad-evQd5pDRSS.jpg Jamaah haji di Madinah. (Rani H/Okezone)

MADINAH - Madinah terus dipadati jamaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Sampai hari ke-12, tercatat sudah 77.627 jamaah haji Indonesia yang tiba di Madinah.

Lebih dari 10 ribu di antaranya sudah bertolak ke Makkah usai menjalani ibadah Arbain di Masjid Nabawi Madinah.

Selain Arbain, beragam aktivitas dilakukan jamaah haji. Salah satunya adalah ziarah ke Makam Baqi’ Al Gharqad yang terletak di sisi tenggara Masjid Nabawi.

Baqi’ adalah kawasan pemakaman utama penduduk Madinah sejak zaman Rasulullah. Tempat ini bernama Baqi al-Gharqad karena di kawasan ini banyak ditumbuhi tanaman Gharqad. Diriwayatkan hampir 10 ribu sahabat dimakamkan di sini seperti Ustman bin Affan serta istri Rasulullah selain Khadijah dan Maimunah. Lalu ada juga keturunan dan kerabat Rasulullah seperti Fatimah Az-Zahrah, Ibrahim, Hasan bin Ali, serta Abbas bin Abdul Muthallib.

Pada Selasa 8 Agustus 2017 pagi misalnya, perjalanan ke arah Baqi’ ramai sebagaimana hari-hari sebelumnya. Terlebih makam ini dibuka setiap pagi hingga menjelang siang. Mereka pun berjalan perlahan menyusuri jalan yang dibuat menanjak jelang masuk pintu utama Baqi’.

Akibatnya, ada penumpukan jamaah di pintu utama tersebut. Askar yang berjaga pun mengatur agar para jamaah mengikuti jalur yang telah disiapkan. Terdapat dua jalur di pintu itu, sisi kanan untuk jamaah yang baru datang (masuk), sisi kiri untuk pintu keluar.

Pagi itu, sejumlah askar tersebar di beberapa titik. Sesekali terdengar teriakan mereka yang meminta jamaah untuk terus berjalan dan tidak berhenti terlalu lama.

Meski di antara jamaah banyak yang asyik menikmati dan menghayati laku ziarah tersebut. Ada yang berdoa sembari berjalan, ada pula yang duduk-duduk sembari melantunkan ayat-ayat suci.

Sementara sejumlah jamaah, juga ada yang asyik dengan smartphone-nya untuk mengabadikan setiap momen di lokasi bersejarah itu.

Tanpa terasa, mentari perlahan muncul dari peraduan untuk menandai siang segera datang. Semburat sinar sang surya, juga membawa terang pada sisi timur Nabawi. Di lokasi ini, ribuan batu nisan tertata rapih. Namun, di makam-makam tersebut tidak ada penanda identitas yang terpasang.

“Saya ke sini untuk berziarah, tafakkur, dan tadabbur, serta membaca doa,” kata Ustman, salah satu jamaah haji asal Bandung, Jawa Barat, yang tegabung dalam kloter 32 Embarkasi Jakarta – Bekasi (JKS 32) saat berbincang dengan Okezone.

Hal senada disampaikan Mahmud, jamaah asal Pematang Siantar kloter 6, Embarkasi Medan (MES 06). Bersama dua kawannya, ia datang ke Baqi untuk berziarah ke makam syuhada dan mengingat jasa besar mereka dalam dakwah Islam.

“Kami berharap bisa mengikuti perjuangan dan ajaran Rasulullah sebagaimana termaktub dalam Alquran, Hadis, serta Ijma dan Qiyas. Warga Indonesia termasuk paling banyak yang berziarah ke makam syuhada di Madinah ini,” terangnya.

Sedangkan M Ridwan, jamaah haji dari Grobogan, Jawa Tengah (SOC 17), juga mengaku kedatangannya ke Baqi untuk berziarah ke makam syuhada sekaligus ingin lebih mengetahui perjuangan Rasulullah pada zaman dahulu.

“Di sini kami mendoakan para syuhada karena banyak syuhada yang wafat di sini. Banyak juga jamaah haji (Indonesia) yang dimakamkan di sini,” tukasnya. (sym)

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini