nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Catat! Bawa Rokok Melebihi 200 Batang, Jamaah Haji Bisa Didenda Rp35 Juta

Bramantyo, Jurnalis · Selasa 01 Agustus 2017 16:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 01 398 1747818 catat-bawa-rokok-melebihi-200-batang-jamaah-haji-bisa-didenda-rp35-juta-vKpJxVwgVs.jpg Jamaah haji di embarkasi Donohudan. (Bramantyo/Okezone)

BOYOLALI - Meski telah dilarang, namun masih ada saja calon jamaah haji dari embarkasi Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah yang tetap membawa rokok dalam jumlah banyak. Hasilnya, banyak rokok yang dibawa para jamaah haji ini disita pihak embarkasi.

Humas Panitia Pelayanan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, Badrus Salam mengatakan rokok-rokok yang dibawah para jamaah calon haji ini diketahui saat mereka masuk kedalam asrama.

Pasalnya, semua barang bawaan para calhaj ini diperiksa begitu mereka tiba di asrama haji.

"Banyak calon haji yang bawa rokok. Saat tasnya disweeping, kita temukan rokok di dalam tas. Bila rokok yang dibawa berlebihan, terpaksa kita sita,"papar Badrus pada Okezone di Asrama Haji Embarkasi, Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (2/8/2017).

Menurut Badrus, banyak para calon haji yang belum mengetahui bila denda membawa rokok bisa mencapai 10 ribu rial atau bila dijumlahkan ke rupiah sebesar Rp35 juta.

"Dendannya itu sama dengan ongkos naik haji bila ketahuan membawa rokok, yaitu 10 ribu rial atau Rp35 juta," terangnya.

Sedangkan rokok yang dibawa jamaah haji masih bisa ditolerir oleh pihak Pemerintah Arab Saudi yaitu 200 batang rokok atau satu slop rokok saja.

"Kalau cuma bawa 200 batang rokok atau satu slop rokok, masih bisa ditolerir oleh pemerintah Arab Saudi. Tapi kalau lebih, kena denda. Tapi idealnya, tidak usah bawa rokoklah," pintanya.

Selain masih ada saja para jamaah haji yang membawa rokok dalam jumlah banyak, calon haji pun masih saja ada yang membawa makanan sendiri dari Indonesia. Seperti calon haji dari Banjarnegara yang ketahuan membawa makanan ringan sendiri dalam jumlah banyak.

Padahal, ungkap Badarus, di tanah suci, para jamaah haji tidak perlu takut kelaparan. Terlebih para jamaah haji akan mendapatkan makanan begitu tiba di tanah suci.

"Sekarang di sana sudah bagus. Selama 8 hari, jamaah akan mendapatkan makanan. Setelah 8 hari, pindah ke Mekkah. Di Mekkah para jamaah akan mendapatkan makan selama 25 hari sampai menjelang wukuf di Arafah. Jadi tidak dapat makan hanya 5 hari menjelang wukuf," pungkasnya. (sym)

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini