Share

Komisi VIII DPR Diminta Bahas BPIH Lebih Awal

Fetra Hariandja, Jurnalis · Selasa 30 Oktober 2012 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2012 10 30 398 710873 2zLZa4j44L.jpg Jamaah Haji (Foto: Fetra Hariandja/Okezone)

MAKKAH - Rangkaian penyelanggaraan ibadah haji 2012 sudah selesai. Seluruh jamaah haji asal Indonesia tinggal menunggu waktu pemulangan ke Tanah Air. Kementerian Agama (Kemenag) rupanya sudah menyusun skema untuk penyelenggaraan haji 2013.  

Kemenag meminta kepada Komisi VIII DPR bisa membahas Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2013 lebih awal. Draf penyelenggaraan ibadah haji sendiri akan diajukan paling lambat Januari 2013. Diharapkan pada Maret 2013, BPIH sudah bisa ditetapkan.

 

Follow Berita Okezone di Google News

Menteri Agama Suryadharma Ali menatakan, penetapan BPIH lebih awal akan memudahkan calon jamaah haji melunasi sisa biaya hajinya. Dasarnya, jamaah calon haji memiliki waktu lebih lama untuk mengumpulkan uang pelunasan biaya hajinya.

 

"Kalau jamaah punya waktu lebih lama, kuota tersisa atau tidak terserap lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya," kata Suryadharma Ali kepada wartawan di Makkah, Senin (29/10/2012) malam.

 

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini tidak sependapat bila laporan keuangan pertanggungjawaban penyelanggaraan haji digunakan sebagai dasar pembahasan BPIH bersama DPR. Komisi VIII tidak bisa beralasan lambannya pengambilan keputusan biaya haji karena belum memberikan laporan tersebut.

 

“Contohnya bila pemerintah mengajukan APBN 2013, pembahasannya tidak harus menunggu laporan pertanggungjawaban berupa audit BPK. Laporan pertanggungjawaban tentunya harus sudah melalui audit BPK. Tanpa audit BPK, laporan bisa berubah-ubah," ujarnya.

 

Terkait penyelenggaraan haji, Kemenag juga akan memproyeksikan anggaran haji atau BPIH dengan mengupayakan adanya biaya yang sudah diperhitungkan jauh sebelumnya. Misalnya, kontrak rumah atau pemondokan akan dilakukan dalam jangka waktu panjang. Saat ini hanya tahun per tahun kontraknya.

 

"Kami upayakan mulai 2013, pemondokan dikontrak jangka panjang. Pendekatan dengan para pemilik rumah sudah dilakukan dan responnya sangat baik. Insya Allah tidak ada kesulitan bagi kami untuk mengontrak perumahan dengan jangka panjang," ungkapnya.

 

Selain itu, Kemenag sudah menemukan pola untuk menentukan harga tiket pesawat, meski sangat tergangtung harga minyak dunia. "Kami sudah menemukan cara bagaimana menentukan harga dengan tetap memberikan peluang bila terjadi kenaikan atau penurunan," paparnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini