Arab Saudi Peringati Jamaah Haji Iran

Syukri Rahmatullah, Jurnalis · Senin 17 Oktober 2011 00:39 WIB
https: img.okezone.com content 2011 10 17 398 516059 WFYnX1uTZl.jpg Foto: Istimewa

JEDDAH - Kerajaan Arab Saudi tidak akan menoleransi setiap kerusuhan atau keramaian yang dapat mengganggu ibadah haji bulan depan, terkait dengan meningkatkan ketegangan hubungan antara Arab Saudi dengan Iran.

 

“Kami tidak akan membiarkan apapun yang berpotensi mengganggu ketenangan jamaah haji. Kami tidak akan mentoleransi apapun yang merusak, membuat rusuh selama musim haji jika tidak akan kami keluarkan,” tegas Pangeran Khaled al Faishal, Gubernur Provinsi Makkah, dikutip wartawan dari ArabNews, Minggu (16/10/2011).

 

“Membuat nyaman dan menjaga keamanan para jamaah haji merupakan tanggung jawab pemerintahan kerajaan Arab Saudi,” tambahnya.

 

Para jamaah haji telah bertadangan dari wilayah Barat Arab Saudi, di mana pada puncak haji awal November nanti lebih dari dua juta jamaah haji akan memadati Arafah, tempat suci bagi umat Islam.

 

Peringatan ini berkaitan dengan sedikit memanasnya hubungan antara Riyadh dan Teheran. Selasa lalu, Departemen Kehakiman Amerika Serikat menuduh sejumlah elemen di Iran yang mencoba mengancam Duta Besar Arab Saudi di Washington. Tuduhan ini ditolak Iran, akan tetapi akan dibawa Arab Saudi ke Dewan Keamanan PBB.

 

Hal ini berpotensi ancaman demontrasi yang dilakukan para jamaah haji asal Iran. Diketahui hubungan Arab Saudi dengan Iran pernah memburuk saat terjadinya demontrasi anti Amerika dan Israel yang melibatkan jamaah haji Iran pada tahun 1987, polisi Arab Saudi memukul demonstran tersebut, mengakibatkan 402 orang meninggal dunia, 275 di antaranya adalah warga Negara Iran.

(fer)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini