Share

34.239 Calhaj Asal Jatim Dipastikan Berangkat

Nurul Arifin, Jurnalis · Jum'at 23 September 2011 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2011 09 23 398 506200 DYTDsi2gWz.jpg Ilustrasi, jamaah haji tiba di Mekkah (Foto: Ahmad Dani/okezone)

SURABAYA- Sebanyak 34.239 Jamah Calon Haji (JCH) asal Jawa Timur (Jatim) dipastikan akan berangkat ke Tanah Suci.

Kepastian itu didapat dari Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jatim, setelah dikeluarkannya keputusan penutupan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) untuk kuota tambahan yang berakhir pada Senin 19 September lalu.

Kasi Perjalanan dan Sarana Haji Kanwil Kemenag Jatim, Hikmah Rahman, mengatakan untuk tahun ini seharusnya ada 34.466 calon haji (calhaj) asal Jatim yang berangkat.

"Sayangnya pada 19 September itu ada 227 calhaj yang tidak bisa melunasi BPIH," kata Hikmah kepada wartawan, Jumat (23/9/2011).

Dia menjelaskan, 34.466 JCH tersebut merupakan total dari kuota Jatim, kemudian ditambah lagi dengan tambahan kuota yang diberikan oleh Kemenag pusat kepada Kanwil Kemenag Jatim. Jumlah tersebut sedianya akan dibagi dalam Kelompok Terbang (Kloter) 90 hingga 91.

Lebih jauh dia memaparkan, sebelum ada pelunasan BPIH ada kuota tambahan 700 calhaj yang masuk dalam daftar tunggu haji Jatim. Dari jumlah itu, ternyata sesuai dengan Instruksi Kemenag yang diprioritaskan adalah calhaj lansia, suami-istri, orangtua-anak. Tak hanya itu, calhaj di daftar tunggu ini juga harus melalui seleksi nomor urut porsi terlebih dahulu.

"Apabila ada calhaj Lansia yang memiliki nomer urut porsi untuk bisa diberangkatkan pada haji tahun ini, maka lansia itulah yang berhak mengisi kuota tambahan terlebih dahulu," jelasnya.

Jika ada calhaj lansia yang memiliki nomor urut porsi yang bisa diberangkatkan haji tahun ini, maka lansia itulah yang berhak mengisi kuota tambahan terlebih dahulu.

Sementara itu, Jatim mendapat tambahan kuota haji dari Kemenag Pusat sebanyak 840 kursi. Jumlah tersebut didapat dari 539 sisa porsi pelunasan BPIH dan 301 merupakan pembagian dari tambahan kuota yang diberikan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi kepada Indonesia.

“Jadi total itu sudah pasti, karena batas waktu pelunasan sudah ditutup. Jadi tidak mungkin bertambah lagi,” tegas Hikmah.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini