Fenomena 'Tas Beranak', Barang Bawaan Jamaah Haji Akan Dirazia Petugas
Rani Hardjanti, Jurnalis · Sabtu, 16 September 2017 - 08:13 wib
(Kepala Daerah Kerja Bandara PPIH Arsyad Hidayat (Rani/Okezone))

MAKKAH - Gelombang kepulangan jamaah telah berlangsung 11 hari. Namun, persoalan yang ditemukan petugas masih itu-itu saja, yaitu kelebihan beban bawaan dan upaya membawa air zamzam di kabin.

Hal itu terungkap di Bandara King Abdul Aziz, saat jamaah melakukan pemeriksaan sebelum masuk ke gate bandara dan proses imigrasi. Padahal, menurut Kepala Daerah Kerja Bandara Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) Arsyad Hidayat, sejak awal pemulangan jamaah terus dilakukan sosialisasi.

Namun kebanyakan jamaah membutuhkan kepastian saat di bandara. Maksudnya, mereka berupaya membawa barang-barang yang belebihan. Bila mana 'koper beranak' menjadi beberapa koper dan jika kedapatan petugas, mereka pasrah.

"Mereka itu coba-coba. Banyak sekali jamaah bertanya soal kelebihan berat beban. Yang jelas, kalau masih bentuk tas jinjing, saya kira masih mungkin. kalau lebih dari itu akan terkena sweeping petugas," ujar Hidayat kepada Media Center Haji.

Hidayat juga mengingatkan bahwa kapasitas maksimal barang bawaan jamaah sekira 32 Kg dan tas jinjing sekira 7 Kg.

"Kalau di luar itu, pasti tersweeping oleh petugas. Sayang kalau dibeli harga mahal nanti dibuang," imbuhnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming