Subhanallah.. Nanik Dorong Kursi Roda Kakaknya yang Tunanetra 2 Km ke Masjidil Haram
Rani Hardjanti, Jurnalis · Kamis, 14 September 2017 - 02:00 wib
(Nanik mendorong kursi roda. (Rani H/Okezone))

MADINAH - Saat Bus Salawat dihentikan, para jamaah secara mandiri berangkat ke Masjidil Haram. Biasanya Bus Salawat mengantarkan jamaah dari hotel ke Masjid tersebut secara gratis.

Bus sempat dihentikan saat musim puncak haji, mengikuti aturan yang diterapkan oleh Kota Makkah. Salah satu yang terimbas penghentian bus salawat itu adalah Nanik Yuliati (46). Dia menunaikan ibadah haji bersama kakaknya Siti Chalimah (65), yang tunanetra. Tahapan demi tahapan pun dilalui Nanik dengan penuh ikhlas.

Mereka adalah jamaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 44 Embarkasi Surabaya (SUB 44) yang tiba pertama di Madinah, Selasa (12/9/2017).

Nanik terlihat sabar mendorong kursi roda kakaknya. Begitulah yang dia selalu lakukan secara bergantian dengan dua kakaknya yang lain dalam prosesi haji.

“Alhamdulillah lançar. Mulai salat di Masjidil Haram, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, mabit di Mina dan melempar jumrah. Tak ada yang berat, diringankan-Nya,” ujar Nanik saat beristirahat sejenak di lobi Hotel Elaf Al Bustan, Madinah, kepada Media Center Haji.

Dia pun bersyukur bersama kakaknya telah menuntaskan tahapan rukun dan wajib haji.

“Untuk kakak, sebagian tahapan seperti di Mina dibadalkan (diwakilkan),” kata Nanik mengingat jauhnya perjalanan ke Jumarat,

suhu panas, dan padatnya sepanjang perjalanan pergi dan pulang.

Mereka adalah rombongan pertama dari Mekkah yang tiba di Madinah. Rombongan disambut Dirjen Penyelenggaran Haji dan Umrah Kementerian Agama Nizar Ali, Direktur Bina Haji Khoirizi HD, Kasie Klinik Kesehatan Haji Indonesia Edi Supriyatna.

Nanik menceritakan, kakaknya sakit sejak 30 tahun lalu. Dia tidak lagi bisa melihat. Namun kekurangan itu tak menyurutkan semangatnya berhaji. Tahun 2010 lalu mereka mendaftar, kemudian tahun ini mendapatkan kuota keberangkatan.

Selama di Madinah, Nanik akan mendampingi kakaknya beribadah arbain, yakni salat lima waktu berjamaah tanpa putus 40 kali di Masjid Nawabi. Dia akan bergantian bersama saudaranya yang lain mendorong kursi roda sang kakak.

“Insya Allah kuat, nanti gantian. Yang sedikit berat waktu Bus Shalawat dihentikan sementara, kami harus mendorong dua kilometer ke Masjidil Haram,” ucap perempuan asal Batu, Jawa Timur ini. “Suami (saya) sudah tidak ada (meninggal),” sambung Nanik dengan ekspresi berubah sedih.

Hari ini, jamaah 16 kloter dari Mekkah dijadwalkan masuk Madinah. Mereka akan menempati hotel-hotel di sekitar Masjid Nabawi dengan jarak paling jauh hanya 600 meter.

Jamaah haji akan berada di Bumi Nabi selama 8–9 hari untuk menuntaskan ibadah arbainnya. Selanjutnya mereka diterbangkan ke Tanah Air melalui Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah. (sym)

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming