Kocak! Pedagang Arab Ini Salah Bicara: Ayo Beli, Jarene Murah
Rani Hardjanti, Jurnalis · Rabu, 13 September 2017 - 07:11 wib
(Pasar Jafaria diserbu pembeli yang merupakan jamaah asal Indonesia. (Foto: Rani Hardjanti/Okezone))

MAKKAH – Musim kepulangan jamaah haji menjadi rejeki tersendiri bagi pedagang di Arab Saudi. Pasalnya, banyak jamaah haji dari berbagai negara yang membeli oleh-oleh.

Salah satu tempat berburu oleh-oleh yang menjadi incaran adalah Pasar Ja'faria. Pasar ini konon hasil relokasi Pasar Seng di dekat Masjidil Haram, yang dahulu sangat terkenal.

Begitu memasuki Pasar Ja'faria, berbagai macam oleh-oleh tersedia. Para pedagang menjajakan berbagai barang khas Arab Saudi, mulai dari biji tasbih, mukena, karpet, hingga pacar cina.

(Baca Juga: Jumlah Jamaah Wafat di Tanah Suci Meningkat Tajam dari Tahun Lalu)

Jamaah Indonesia amat mudah ditemukan di pasar ini. Jamaah Indonesia memang terkenal gemar berbelanja. Sehingga tidak heran bila para pedagang banyak yang mampu berbahasa Indonesia. Apalagi Indonesia menjadi jamaah terbanyak di dunia.

"Mrene sini beli ayo, mrene sini ayo murah..murah," teriakan itu biasanya dipekikkan oleh pedagang Arab Saudi. Sore itu memang banyak jamaah asal Solo yang berbelanja.

(Baca Juga: Tak Sabar ke Madinah, Wajah Cerah Hiasi Para Perindu Rasulullah)

Sejumlah kloter Solo memang masuk dalam jadwal pemulangan jamaah gelombang pertama. Sehingga banyak pedagang yang berupaya menarik perhatian dengan bahasa Jawa.

Namun perkataan tidak biasa dilontarkan oleh pedagang yang satu ini. "Ayo beli.. Jarene murah.. Jarene murah (Ayo beli.. katanya murah.. katanya murah)," ujar Muhammad pedagang biji tasbih degan nada yang sangat kaku.

Pernyataan itu membuat jamaah Indonesia di sekitarnya cekikikan. "Jarene sopo (katanya siapa)?" timpal seorang jamaah sambil tertawa.

Entah siapa yang mengajari pedagang ini. Pastinya, Muhammad bermaksud agar pembeli datang ke kiosnya yang menjual biji tasbih dari berbagai bahan baku.

Pasar Ja'faria memang terkenal menyediakan kebutuhan oleh-oleh dengan harga yang cukup miring. Seperti salah satunya jamaah asal Solo, Estu Muchlis.

Dia sengaja datang ke Ja'fariya untuk membeli sajadah untuk istrinya. Dia datang ke Tanah Suci seorang diri lantaran telah mendaftar haji sebelum menikah.

"Di sini harganya lebih murah. Saya sudah bandingkan. Di Jeddah harga sajadah yang sama 25 real, di sini 18 real dengan kualitas yang sama," ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan Nurcholis, jamaah asal Solo. Dia datang ingin membeli kerudung dan minyak wangi. "Kita mutar-mutar dulu sambil cek harga," ucapnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming