Bermodalkan Keikhlasan, Ini Potret Petugas Haji Layani Jamaah
Rani Hardjanti, Jurnalis · Minggu, 13 Agustus 2017 - 12:13 wib
(Petugas haji sedang merawat salh satu jamaah (Foto: Rani Hardjanti/Okezone))

MAKKAH - Waktu masih menunjukkan pukul 09.30 WAS di selasar Bandara Internasional King Abdul Aziz, Arab Saudi. Namun cuaca di atas 41 derajat, membawa hembusan angin terasa panas seperti pukul 12.00.

Kendati demikian, ratusan petugas tetap bersiaga menanti kedatangan tamu Allah SWT, yakni kedatangan jamaah haji gelombang pertama pada fase kedua dari Embarkasi Surabaya. Teriknya matahari yang membakar kulit tidak menyurutkan niat petugas untuk menyambut jamaah.

Tak lama kemudian, gelombang jamaah pun tumpah ruang. Petugas dengan sigap melakukan tugasnya masing-masing, menggotong, menuntun dan mengarahkan jamaah. Para jamaah dan petugas tidak saling kenal, namun keduanya langsung bersambut dengan tujuan melayani dan menunaikan rukun Islam yang ke-5.

Seperti diperlihatkan seorang petugas yang enggan namanya ditulis. Begitu jamaah turun, dia langsung menyisir jamaah yang perlu dilayani. Matanya tertuju kepada seorang Kakek yang duduk di kursi roda. Namanya Paidi, 82 tahun jamaah asal Gampit, Malang, Jawa Timur. Kakek itu jamaah risiko tinggi (Risti) tanpa didampingi sanak keluarga.

Petugas itu langsung menghampiri kakek yang tidak berdaya itu, dan membawa ke kamar mandi untuk melakukan salah satu rukun umrah wajib yakni mandi Ihram. Tanpa sungkan, dia langsung membuka baju kakek, membasahi dan menyabuni kakek.

Bulir keringat memenuhi mukanya. Tanpa disadari, baju sang petugas pun basah karena keringat bercampur cipratan air. Dia terus melanjutkan tahap demi tahap mandi Ihram, hingga melilitkan kain putih bersih milik sang Kakek. Dibantu temannya, kakek digotong hingga bisa beranjak dari kursi, agar kain ihram tertutup dengan sempurna. Di tengah ketidakberdayanya, kakek hanya menuruti petugas.

Begitu selesai berkain ihram, kakek pun harus dipasang pampers lansia agar tidak berhadas. Setelah beres, dia kembali mendorong kakek menuju rombongannya. Sambil merapikan rambut dengan tangan, petugas itu juga memastikan kakek secara seksama telah memenuhi syarat umrah. Kakek tampak segar dan semangat, yang terlihat dari sinar matanya.

Bajunya yang sebagian basah itu tak menghalangi sang patugas menyisir jamaah lainnya. Kali ini Dia mendapatkan seorang Kakek yang sudah berihram, namun ternyata masih menggunakan celana pendek. Padahal, syarat ihram adalah tidak mengenakan bahan dengan jahitan. Dengan senyum-senyum malu, kakek itu digandeng petugas ke kamar mandi agar memenuhi syarat umrah.

Di sisi lain selasar Bandara, juga tampak Kepala Satuan Operasi Arafah Muzdalifah Mina (Kasatop Armina) Kolonel Jaetul Muchlis yang tengah melayani jamaah. Meski jabatannya nomor satu pada divisi perlindungan jamaah, namun dia tidak segan menggotong-gotong tas jamaah hingga ke bus.

Jaetul juga tampak serius memberikan pengarahan kepada jamaah, agar tidak tersesat, terpisah dari rombongan bahkan terkena musibah oknum orang tak bertanggung jawab.

Beginilah potret kecil para petugas haji yang bekerja tanpa libur dari akhir Juli hingga awal Oktober. Membantu dengan ikhlas, menjadi obat lelah mujarab demi pelaksanaan jamaah haji yang mabrur. (ulu)

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming