Suka-duka Mencari Jamaah yang Hilang, Lelah Tapi Penuh Berkah
Rani Hardjanti, Jurnalis · Minggu, 13 Agustus 2017 - 23:01 wib
(Petugas bantu jamaah hilang (Foto: Rani/Okezone) )

MAKKAH - Jelang puncak musim haji, kondisi Masjidil Haram saat ini padat jamaah. Situasi itu membuat jamaah Indonesia yang banyak terpisah dari rombongan.

Apalagi bagi mereka yang baru tiba di Makkah. Biasanya mereka yang tersesat, belum melakukan orientasi lokasi secara utuh.

Seperti dikutip, Minggu (13/8/2017), berdasarkan data Perlindungan Jamaah (Linjam), kasus terbanyak yang ditemukan adalah jamaah tersasar di Masjidil Haram. Data itu terhitung sejak kedatangan jamaah Indonesia dari Madinah ke Makkah pada 6 Agustus 2017, ditambah kedatangan jamaah asal Tanah Air pada 12 Agustus 2017.

Kendati demikian, persoalan jamaah tersesat dapat diatasi oleh petugas Linjam yang ditugaskan di Masjidil Haram. Petugas Linjam terdiri dari satuan TNI/Polri.

Berdasarkan pengamatan Okezone, jamaah yang terpisah atau tersasar cukup banyak setelah bubaran salat wajib. Mereka yang terpisah biasanya datang ke pos Linjam. Posko tersebut memang sengaja disediakan oleh Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) di lokasi strategis di 4 titik Masjidil Haram.

Ketika Okezone berada di pos Linjam hanya dalam kurun 30 menit, didapati sekira 5 jamaah terpisah dari rombongan. Petugas dengan sabar membantu jamaah satu per satu. Ada yang diantar ke Bus Salawat dengan rute tempat hotelnya bermalam, tapi seketika ada jamaah yang gembira karena menemukan rombongannya.

Suatu ketika, postingan informasi di grup WhatsApp petugas Linjam mengabarkan jamaah asal Bandung bernama Akhmad Didin Idik yang hilang sejak pagi. Hingga malam tiba, jamaah itu belum diketemukan.

Adalah Nurhamidah Lubis yang tengah bertugas sebagai petugas Linjam. Ibu dua anak ini beritikad untuk menemukan jamaah yang hilang sebelum dia selesai bertugas pukul 21.00 WAS. Bermodalkan niat tulus dan foto jamaah yang diinfokan di grup WhatsApp, Lubis, menyisir Masjidil Haram.

Seluruh area sudah diperiksa, namun belum juga ditemukan. Dia kembali menyisir Masjidil Haram. Lalu terdapat titik terang di mana ada sosok jamaah yang mirip dengan bapak Akhmad Didin. Bapak itu tengah duduk di dekat tembok area tawaf. Setelah dicek dari identitas jamaah, ternyata itu betul bapak Akhamd Didin.

"Kasihan Bapak Akhmad belum makan. Saya tawari roti, tapi beliau bilang ada diabetes," ujarnya mengisahkan peristiwa yang terjadi pada 10 Agustus 2017.

Lubis pun langsung menginformasikan kepada tim, dan membawanya ke Posko Linjam. Wajah Bapak Akhmad tampak kelelahan. Di posko, Bapak berusia 62 tahun itu diberi buah dan air minum.

"Berdasarkan informasi, ketika di Madinah dia juga sempat hilang," ujar wanita yang kesehariannya dinas di Makostrad, tepatnya Staf Teritorial sebagai Bati Administrasi Teritorial Kostrad.

Lubis bersyukur, bahwa Bapak Ahmad bisa selamat dan dalam kondisi sehat. Awalnya, Lubis sempat khawatir kalau Bapak Akhmad Didin tersesat sangat jauh.

"Meski sedikit melelahkan menyisir 3 lantai tawaf. Tapi dibayar dengan kepuasan menemukannya. Alhamdulillah," ujar Lubis yang bisa pulang bertugas dengan lega

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming