Jamaah Haji, Ini Kiat-Kiat Menangkal Sakit saat Beribadah di Tanah Suci
Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Sabtu, 12 Agustus 2017 - 15:55 wib
(Dialog haji Sindo Weekly di Medan)

MEDAN - Untuk menjalankan ibadah haji maupun umrah yang sempurna, setiap jemaah yang berada di tanah suci, dituntut untuk memiliki kondisi fisik yang prima. Bagaimana tidak, rukun-rukun dan wajib ibadah yang dilakukan sangat menguras tenaga sehingga jika tidak didukung fisik yang prima maka akan menyebabkan kelelahan.

Selain rukun-rukun ibadah yang membutuhkan fisik, cuaca ekstrem di tanah suci juga menjadi kendala yang lumrah bagi para jemaah haji maupun umrah. Kelelahan, ditambah cuaca ekstrem yang tidak biasa bagi para jamaah dapat mengakibatkan kondisi tubuh menurun dan dayatahan tubuh pun menurun.

Menurut Direktur Pengembangan Bisnis PT Deltomed, dokter Abrijanto, menurunnya daya tahan tubuh akan mempermudah penyakit menyerang. Apabila sudah jatuh sakit, maka tentu untuk melakukan setiap rukun ibadah akan terasa tidak nyaman. Karena itu perlu perhatian besar bagi setiap jemaah selalu menjaga kesehatan tubuhnya.

Banyaklah minum air termasuk air zamzam dan jemaah tidak akan sering buang air karena suhu di sana tinggi. Cairan tubuh akan keluar dengan sendirinya melalui keringat. berperilaku hidup bersih dan selalu berupaya meningkatkan pelindungan diri agar sehat. Perlh pula setiap jemaah memperkuat niat ibadahnya.

Menurut Abrijanto, flu serta gangguan infeksi saluran pernapasan akut akibat virus menjadi penyakit yang sering diderita jemaah haji dan umrah. Penyakit ini dapat diatasi,caranya teratur makan dan minum sesuai jadwalnya. Sebaiknya jemaah juga melakukan pencegahan dengan cara selalu menggunakan masker.

“Perbanyak konsumsi makanan bergizi, minuman hangat, dan air zam-zam,” ujarnya. Pada acara dialog haji Sindo Weekly di Asrama Haji Medan, Sabtu (12/8/2017).

Sementara Medical Manager Kalbe Farma, dokter Helmin Agustina menambahkan, agar Jemaah haji sehat dari beberapapenyakit yang sering diderita, penyakit saluranpencernaan(maag) sering juga muncul.

Maag merupakan penyakit dimana produksi asam lambung berlebih. Maag dapat disebabkan karena faktor makanan maupun faktor kejiwaan. Penderita yang sudah pernah memiliki riwayat penyakit maag sebaiknya menghindari makanan – makanan yang dapat merangsang produksi asam lambung berlebih, seperti makanan pedas, asam, kopi, dan minuman bersoda.

"Kepekaan lambung masing-masing orang terhadapsetiap jenis makanan berbeda – beda. jadi, sebaiknya selalu membawa obat maag kemana pun jemaah pergi untuk meredakan keluhan sakit maag”.jelasnya

Dalam Dialog Haji Sindo, selain para dokter, hadir juga sebagai pembicara yakni Kepala Bidang Pelayanan Haji Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara, Muslim Lubis dan Kepala Bidang Penerimaan Haji dan PemberangkatanKantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara,, Bahrum Saleh.

Kedua pembicara ini menekankan, salah satu masalah yang kerap melanda jamaah haji saat menunaikan ibadah di Tanah Suci adalah tersesat di jalan . Penyebab tersesat itu bisa beragam, mulai dari masuk masjid tidak memperhatikan tanda-tanda, jalan sendiri tanpa mengingat rombongan hingga heran dan terkejut melihat masjid yang luas dan lebar berbeda dengan di Indonesia.

"Intinya kurang mengikuti aturan dan arahan yang ditetapkan petugas. Kasus kurang taat aturan sudah banyak terjadi dan terus berulang setiap musim haji. Bila dijumlahkan bisa mencapai ribuan kasus. Kami juga berpesan kepada para jamah kalau bepergian hendaknya jangan seorang diri. Berangkatlah dengan teman," ucap Muslim.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming