JEDDAH - Kebiasaan sebagian jamaah calon haji (calhaj) yang tidak disiplin waktu bisa menimbulkan kerugian bagi jamaah itu sendiri. Salah satu ritual haji yang harus diimbangi dengan jadwal adalah lempar jumrah.
Muassasah (panitia haji yang ditunjuk Kerajaan Arab Saudi) sudah menentukan waktu lempar jumrah bagi tamu Allah asal Indonesia. Sehingga jamaah diminta jangan mamaksakan diri untuk lempar jumrah, semata-mata hanya mengejar keafdolan.
Ketua Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Syairozi Dimiyathi menjelaskan, Kerajaan Arab Saudi melalui Muassasah sudah menentukan jadwal bagi masing-masing negara termasuk Indonesia. Penentuan jadwal semata-mata untuk memberikan keamanan dan keselamatan bagi jamaah itu sendiri.
"Setiap tahun Kementerian Haji Saudi memberikan jadwal lempar jumrah. jadwal ini bertujuan memberikan keamanan dan kenyamanan bagi jamaah calhaj. Jamaah Indonesia juga sudah ditentukan waktunya," kata Syairozi di Jeddah, Selasa (16/10/2012).
Bila jadwal lempar jumrah tidak diatur, maka bisa menimbulkan kecelakaan yang membahayakan jiwa jamaah haji. Dasarnya, berisiko tinggi jika Jamaah Indonesia secara bersamaan dengan calhaj asal Afrika dan Timur Tengah lempar jumlah. Seandainya terjadi desak-desakan, maka menjadi ancaman bagi jamaah Indonesia karena fosturnya lebih kecil dibandingkan jamaah asal Afrika atau Timur Tengah.
Memang tidak ada sanksi khusus bagi jamaah calhaj Indonesia yang tidak mematuhi jadwal lempar jumrah. Namun petugas haji Indonesia dan Muassasah akan menjaga pintu masuk menuju lokasi lempar jumrah dan melarang jamaah calhaj Indonesia yang datang bukan pada jadwalnya.
Berdasarkan informasi, larangan lempar jumrah bagi calhaj Indonesia adalah 10 Dzulhijjah 06:00-10:00 waktu Arab Saudi, 11 Dzulhijjah 13:00-16:00 waktu Arab Saudi, dan 12 Dzulhijjah 09:00-13:00 waktu Arab Saudi.
(mbs)